Keberadaan Pabrik Rumput Jadi Peluang, Camat Muara Badak Ajak Warga Ambil Peran dalam Hilirisasi Ekonomi

Oleh redaksi

pada Selasa, 3 Juni 2025

Ilustrasi pengolahan rumput laut (Istimewa)  

TENGGARONG — Kehadiran pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), menjadi sinyal kuat transformasi ekonomi lokal. Camat Muara Badak, Arfan, mendorong masyarakat setempat untuk tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga aktif dalam seluruh rantai hilirisasi komoditas unggulan tersebut.

“Rumput laut sudah menjadi komoditas andalan Muara Badak dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya hasil panen dikirim mentah ke Sulawesi, tapi sekarang sudah bisa diolah langsung di sini,” ujar Arfan, Selasa (3/6/2025).

Baca juga  FKPR Kembali Digelar, Wadah Positif untuk Anak Muda Kukar

Ia melihat pabrik ini sebagai peluang besar yang harus dimanfaatkan untuk membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Menurutnya, pengolahan di daerah akan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada pasar luar.

“Kalau bisa diolah di sini, otomatis nilai jualnya lebih tinggi. Uang pun berputar di wilayah kita sendiri, bukan keluar daerah,” jelasnya.

Baca juga  Desa Liang Ulu Harap Jalan ke Kota Bangun Ilir Masuk Skala Prioritas Pemkab Kukar 2026

Arfan juga mengingatkan pentingnya peran aktif warga dalam proses hilirisasi, baik sebagai tenaga kerja maupun pelaku usaha yang mengembangkan produk turunan rumput laut.

“Kita ingin ekonomi masyarakat tumbuh dari bawah dan berkelanjutan. Pabrik ini bukan hanya fasilitas industri, tapi juga peluang peningkatan ekonomi bagi warga,” tutupnya.

Selain membuka lapangan kerja baru, hilirisasi rumput laut juga dinilai membuka potensi UMKM untuk berkembang. Produk seperti makanan olahan, kosmetik, hingga bahan tambahan industri bisa dikembangkan langsung oleh masyarakat setempat.

Baca juga  Merah Putih Berkibar di Anggana, Rendi Solihin Padukan Semangat Kebangsaan dan Dukungan Pendidikan Pesisir

Arfan berharap langkah ini menjadi awal dari transformasi ekonomi yang lebih merata, dengan melibatkan masyarakat dalam setiap tahap pengolahan dan pemasaran rumput laut.(Adv)

Bagikan: