URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan pendampingan psikososial kepada sekitar 50 anak yang terdampak kebakaran.
Kegiatan ini dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis anak setelah mengalami peristiwa yang berpotensi menimbulkan trauma.
Pendampingan dipimpin Kepala DP3A Kukar, Syafliansyah, dengan pendekatan yang disesuaikan dengan dunia anak.
Mereka diajak bermain dan menggambar agar dapat kembali merasa nyaman sekaligus mengekspresikan perasaan setelah mengalami situasi yang menekan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perlindungan anak dalam situasi darurat.
Selain kebutuhan dasar dan pemulihan tempat tinggal, kondisi psikologis anak juga perlu mendapat perhatian agar dampak peristiwa kebakaran tidak berlarut-larut.
Bermain dan menggambar dipilih sebagai sarana untuk mendekati anak-anak secara lebih natural.
Melalui aktivitas tersebut, anak memiliki ruang untuk berinteraksi, membangun kembali rasa aman, dan mengekspresikan emosi tanpa harus selalu menceritakan pengalaman traumatis secara langsung.
Pendekatan psikososial semacam ini penting karena respons setiap anak terhadap peristiwa kebakaran bisa berbeda.
Sebagian anak mungkin dapat kembali beraktivitas seperti biasa, sementara yang lain membutuhkan waktu lebih lama untuk memulihkan rasa aman.
Karena itu, pendampingan tidak hanya berfokus pada kegiatan sesaat, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi anak setelah mengalami peristiwa tersebut.
Kehadiran pendamping diharapkan membantu anak melewati masa pemulihan dengan dukungan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka.
Selain pendampingan langsung, perhatian keluarga tetap diperlukan setelah kegiatan berlangsung.
Orang tua perlu mengamati perubahan perilaku anak, terutama jika muncul ketakutan berlebihan, gangguan tidur, kecemasan, atau keengganan melakukan aktivitas yang sebelumnya biasa dilakukan.
Perubahan tersebut tidak selalu berarti anak mengalami gangguan psikologis, tetapi dapat menjadi tanda bahwa mereka membutuhkan perhatian dan dukungan lebih lanjut.
Jika keluhan berlangsung lama atau mengganggu aktivitas sehari-hari, keluarga dapat mencari bantuan tenaga profesional agar anak memperoleh penanganan yang tepat.
Pendampingan psikososial menjadi salah satu langkah untuk memastikan pemulihan pascakebakaran tidak hanya menyasar kondisi fisik dan lingkungan, tetapi juga kesejahteraan emosional anak.
Bagi DP3A Kukar, perhatian terhadap anak dalam situasi darurat merupakan bagian penting dari perlindungan kelompok rentan.
Anak-anak perlu memperoleh ruang yang aman untuk pulih, kembali beraktivitas, dan membangun rasa percaya diri setelah menghadapi peristiwa yang mengganggu kehidupan mereka. (Adv)





