Petani, Nelayan hingga UMKM Kukar Bisa Akses Kredit Bersubsidi, Bunga Ditanggung Pemkab

Oleh redaksi

pada Sabtu, 24 Oktober 2026

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Urbankaltim)
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Urbankaltim)

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Petani, nelayan, peternak hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang mendapatkan tambahan modal usaha melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik.

Dalam program ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar menanggung bunga pinjaman, sedangkan penerima kredit tetap wajib mengembalikan pokok pinjaman sesuai perjanjian.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, subsidi bunga diberikan untuk meringankan beban pembiayaan masyarakat yang ingin mengembangkan usaha produktif melalui perbankan.

“Jadi salah satunya implementasi Kredit Kukar Idaman Terbaik ini, pemerintah daerah melakukan subsidi bunga,” ujar Aulia, Sabtu (24/10/26).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, khususnya pembiayaan bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

Melalui skema ini, masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat mengajukan kredit melalui bank pelaksana.

Bunga pinjaman yang menjadi beban nasabah akan ditanggung pemerintah daerah sesuai ketentuan program.

Baca juga  Peringati Sumpah Pemuda ke-97, Generasi Muda Kukar Diminta Jadi Penentu Arah Sejarah Bangsa

“Jadi bunga yang dibebankan dari perbankan itu dibayar oleh pemerintah daerah,” jelasnya.

Aulia menjelaskan, subsidi bunga membuat penerima kredit tidak perlu membayar bunga pinjaman sesuai skema yang ditetapkan.

Namun, kewajiban mengembalikan pokok pinjaman tetap berlaku.

Ia mencontohkan, jika seorang pelaku usaha memperoleh pinjaman Rp50 juta, pokok yang harus dikembalikan tetap sebesar Rp50 juta.

Sementara bunga atau margin perbankan yang berkisar 9 hingga 12 persen ditanggung Pemkab Kukar.

“Jadi, misalnya meminjam Rp50 juta, yang dibayar Rp50 jutanya saja. Bunganya yang margin antara 9 sampai 12 persen itu ditanggung oleh pemerintah daerah,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap harus memenuhi persyaratan pengajuan kredit dan mengikuti ketentuan bank pelaksana.

Besaran pinjaman serta mekanisme pembayaran mengikuti perjanjian kredit dan aturan program yang berlaku.

Skema subsidi ini diharapkan dapat mengurangi beban biaya pembiayaan sehingga modal yang diperoleh bisa lebih optimal digunakan untuk menjalankan dan mengembangkan usaha.

Baca juga  Muara Muntai Ilir Wujudkan Desa Mandiri Lewat Jejaring Antarwilayah dan Koperasi Perikanan

Program Kredit Kukar Idaman Terbaik menyasar masyarakat yang menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Petani dapat memanfaatkan pembiayaan untuk memenuhi kebutuhan sarana produksi pertanian, sementara nelayan dan peternak dapat menggunakannya untuk menunjang kegiatan usaha masing-masing.

Pelaku UMKM juga berpeluang mengakses tambahan modal untuk membeli perlengkapan, meningkatkan kapasitas produksi, maupun mengembangkan usahanya.

Bagi pelaku usaha yang selama ini menghadapi keterbatasan modal, akses pembiayaan perbankan menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha.

Namun, beban bunga dapat menjadi pertimbangan ketika mereka mengajukan pinjaman.

Melalui subsidi bunga, Pemkab Kukar berupaya meringankan beban tersebut sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk memanfaatkan layanan keuangan formal.

Aulia berharap program ini dapat membantu pelaku usaha mempertahankan kegiatan produksi dan meningkatkan pendapatan.

Pemanfaatan kredit tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan kemampuan penerima dalam mengembalikan pokok pinjaman.

Baca juga  1.106 Program Prioritas Disepakati Untuk RKPD Kukar 2026

Selain memperluas akses permodalan, Pemkab Kukar menjalankan upaya pengendalian inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Aulia menjelaskan, TPAKD dan TPID memiliki fungsi berbeda.

TPAKD berfokus pada perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, sedangkan TPID bertugas menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.

Menurut Aulia, Kukar berhasil meraih peringkat pertama pengendalian inflasi di wilayah Kalimantan selama empat tahun berturut-turut.

Capaian tersebut ingin dipertahankan melalui koordinasi pemerintah daerah bersama instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain, melalui Kredit Kukar Idaman Terbaik, pemerintah daerah berupaya memperkuat sisi pembiayaan agar pelaku usaha produktif memiliki kesempatan lebih besar mengembangkan kegiatan ekonominya.

Subsidi bunga menjadi instrumen yang disiapkan untuk membantu masyarakat mengakses kredit perbankan dengan beban bunga yang ditanggung pemerintah daerah sesuai ketentuan program. (Adv)

Bagikan: