Sambal Terasi Batu Ampar Diakui Lebih Enak, Disnakertrans Kutim Dorong untuk Diekspor

Oleh redaksi

pada Rabu, 12 November 2025

Ilustrasi Sambal Terasi Batu Ampar (Istimewa)

SANGATTA — Pujian mengejutkan datang dari Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kutai Timur, Roma Malau, terhadap salah satu produk kuliner unggulan warga transmigrasi.

Dalam Sosialisasi Produk Ekspor yang digelar Rabu (12/11/2025), Roma menegaskan bahwa sambal terasi Batu Ampar memiliki kualitas rasa yang mampu bersaing hingga ke pasar nasional—bahkan berpotensi menembus ekspor.

Dengan nada percaya diri, Roma menceritakan bagaimana sambal dan terasi dari Batu Ampar meninggalkan kesan mendalam dibanding produk-produk serupa yang dijual di kota besar.

“Saya beli yang di airport Jakarta itu masih jauh. Saya kemarin ke Medan, ada terasi di sana, masih enak yang dari Batu Ampar,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan peserta.

Baca juga  Rainbow Slide Kandolo Digarap Lewat Skema CSR, Target Rampung Tahun Ini

Pernyataan tersebut langsung memantik antusiasme para pelaku UMKM.

Kuliner memang menjadi sektor paling dominan di kawasan transmigrasi, khususnya olahan sambal, terasi, dan produk turunan lainnya yang memiliki cita rasa khas Nusantara.

Meski mengakui kualitas rasa yang luar biasa, Roma menyoroti satu kekurangan penting: pengemasan (packaging).

Menurutnya, kelemahan utama UMKM lokal bukan pada produk, tetapi pada tampilan dan kualitas kemasan yang belum memenuhi standar pasar modern.

Ia berharap ke depan akan ada program lanjutan yang fokus pada desain kemasan, branding, dan literasi pasar agar produk lokal mampu bersaing di rak-rak modern retail maupun pasar ekspor.

Baca juga  Bupati Aulia Rahman Basri Siap Permudah Investor Masuk ke Sektor Wisata Kukar

Dalam sosialisasi itu, peserta diberikan pemahaman mendalam tentang standar ekspor—mulai dari higienitas, legalitas, stabilitas kualitas, hingga penyesuaian pengemasan.

Roma menegaskan bahwa standar ini bukan hambatan, tetapi peluang memperkuat kualitas UMKM.

Ia juga mengingatkan pelaku usaha agar tidak sekadar berjualan di lingkungan sekitar.

“UMKM harus berani melangkah keluar, memasarkan produk lebih luas, membuka pasar antarwilayah,” tegasnya.

Roma menekankan bahwa seluruh pendampingan, pelatihan, dan sosialisasi yang dilakukan pemerintah pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan warga transmigrasi.

Ketika usaha berkembang, penghasilan naik, maka pendidikan dan kualitas hidup keluarga ikut terdongkrak.

Baca juga  Dukung Keragaman Olahraga, Dispora Kukar Dorong Pembinaan dari Desa hingga Komunitas

“Maka peningkatan ekonomi kita semakin makmur, sejahtera, bisa sekolahkan anak. Nah ini yang sangat luar biasa buat kita semua,” ujarnya menutup sambutan.

Program sosialisasi ini ditutup dengan ajakan agar peserta terus meningkatkan kualitas produk dan memperbaiki kemasan sehingga potensi ekspor bisa diwujudkan.

Dengan rasa sambal dan terasi yang sudah diakui unggul, Roma yakin UMKM Batu Ampar dan kawasan transmigrasi lainnya memiliki kesempatan besar masuk ke pasar nasional bahkan internasional.

Dengan dukungan pemerintah dan komitmen pelaku usaha, sambal terasi dari Kutai Timur bukan tidak mungkin menjadi komoditas eksport unggulan dalam waktu dekat. (ADV)

Bagikan: