Akses Kenohan Rusak Parah, Perjalanan Warga Jadi Dua Kali Lebih Lama

Oleh redaksi

pada Rabu, 1 April 2026

Kondisi Jalan Poros Kenohan yang Rusak Parah. (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – TENGGARONG – Kondisi jalan poros di Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara terus dikeluhkan warga. Kerusakan yang belum tertangani membuat waktu tempuh perjalanan meningkat hingga dua kali lipat.

Jalur ini merupakan akses utama bagi masyarakat di Kecamatan Kenohan, Kembang Janggut, hingga Tabang. Ketergantungan tinggi terhadap ruas jalan tersebut membuat setiap kerusakan langsung berdampak pada aktivitas harian warga.

Sejumlah pengguna jalan mengeluhkan kondisi jalan yang dipenuhi lubang di hampir sepanjang ruas. Kerusakan itu tidak hanya terjadi di satu titik, tetapi tersebar merata.

Andre, salah seorang warga, menyebut kondisi jalan saat ini jauh dari layak. Ia menilai kualitas perbaikan sebelumnya tidak mampu bertahan lama.

Baca juga  Muara Kaman Bangkitkan Pariwisata, Jejak Kerajaan Tertua Jadi Daya Tarik Utama

“Banyak jalan aspal yang kini sudah berlubang,” ujar Andre.

Kerusakan jalan tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga memicu antrean kendaraan. Saat lalu lintas padat, kendaraan kerap harus melambat bahkan berhenti.

Regy, warga Desa Kahala, mengungkapkan antrean panjang menjadi hal yang sering terjadi. Terutama ketika kendaraan besar melintas di jalur yang rusak.

“Kadang kalau naik mobil susah, antreannya panjang,” kata Regy.

Kondisi tersebut membuat mobilitas warga menjadi tidak efisien. Aktivitas distribusi barang hingga perjalanan sehari-hari ikut terhambat.

Sebelumnya, pemerintah daerah sempat melakukan penanganan menjelang Lebaran dengan menurunkan alat berat. Namun, upaya tersebut dinilai hanya bersifat sementara.

Baca juga  Bandar Sabu di Batu Sopang Ditangkap, Polisi Sita 27 Paket dan Senpi Rakitan

Kepala Desa Teluk Muda, Aladin, menjelaskan bahwa penanganan yang dilakukan hanya sebatas mengurangi dampak kerusakan. Metode yang digunakan berupa pembuangan genangan air dan penimbunan lubang dengan tanah.

“Sebelum Lebaran itu ada sih ekskavator untuk mengurangi kerusakan jalan,” ujar Aladin.

Meski sempat membaik, kondisi jalan tetap sulit dilalui. Bahkan, lubang besar masih ditemukan di sejumlah titik dan membahayakan pengguna jalan.

Kerusakan jalan juga meningkatkan risiko kecelakaan. Sejumlah kendaraan dilaporkan sempat terguling akibat kondisi jalan yang tidak rata.

Aladin menyebut, meski akses sedikit membaik, kondisi jalan masih jauh dari kata aman. Terlebih jalur tersebut juga dilintasi kendaraan angkutan sawit.

Baca juga  Hadapi Air Bangar, Perumda Tirta Mahakam Upgrade Pengolahan Air ke Sistem Membran

“Masih susah dilewati, bahkan masih ada kendaraan yang terguling,” ujar Aladin.

Dampak paling terasa adalah meningkatnya waktu tempuh perjalanan. Rute dari Desa Teluk Muda menuju Desa Sebelimbingan yang biasanya ditempuh kurang dari 25 menit, kini bisa mencapai hampir satu jam.

“Sekarang hampir satu jam baru sampai,” kata Aladin.

Pemerintah daerah disebut telah menyiapkan anggaran untuk perbaikan jalan tersebut. Rinciannya sekitar Rp10 miliar untuk perbaikan dan Rp5 miliar untuk perawatan.

Namun hingga kini, belum ada kepastian kapan anggaran tersebut direalisasikan. Warga pun masih harus bertahan dengan kondisi jalan yang ada.

“Cuman kita enggak tau kapan itu turunnya,” ujar Aladin. (UK)

Bagikan: