URBANKALTIM.COM, SAMARINDA – Borneo FC Samarinda menunjukkan langkah yang tak lazim pada bursa transfer paruh musim BRI Super League 2025/2026.
Alih-alih gencar memperkenalkan pemain anyar untuk mengejar target juara di sisa 17 pertandingan, klub berjuluk Pesut Etam justru lebih sering mengumumkan kepergian pemain.
Menariknya, sejumlah pengumuman perpisahan bahkan disampaikan sebelum jendela transfer resmi dibuka.
Melalui akun Instagram resmi klub, Borneo FC mulai mengumumkan pelepasan pemain sejak 20 Desember 2025.
Salah satu nama yang dilepas adalah legiun asing asal Kolombia, Aldair Simanca, yang dipindahkan ke klub Divisi Championship, PSIS Semarang.
Bersamaan dengan itu, Borneo FC juga meminjamkan pemain muda jebolan Borneo FC Junior, Rangga Sumarna, yang musim ini promosi ke tim senior.
Sepanjang musim berjalan, Rangga lebih banyak memperkuat Borneo FC U-20 di ajang Elite Pro Academy (EPA) dan mencatatkan dua gol.
Penampilan apik di level junior mengantarkannya ke skuad utama, namun kesempatan tampil bersama tim senior masih sangat terbatas.
“Peminjaman ini menunjukkan komitmen Borneo FC Samarinda dalam mengembangkan talenta muda dan memberikan kesempatan kepada pemain untuk berkembang serta meningkatkan kemampuan mereka,” tulis manajemen klub dalam pernyataan resmi di laman klub.
Sehari berselang, tepatnya 21 Desember 2025, Borneo FC kembali melepas dua pemain muda lainnya, Asgal Habib dan Faris Adit.
Keduanya dipinjamkan ke Persiraja Banda Aceh yang berlaga di Divisi Championship.
Asgal dan Faris merupakan hasil pembinaan internal klub yang baru saja dipromosikan ke skuad utama.
Publik Samarinda kemudian dikejutkan oleh kabar kepergian wingback kanan andalan, Fajar Faturrahman.
Pemain berusia 23 tahun itu resmi berpisah setelah gagal mencapai kesepakatan perpanjangan kontrak yang berakhir pada penghujung 2025.
Melalui akun Instagram pribadinya, Fajar menyampaikan salam perpisahan dan ucapan terima kasih kepada seluruh elemen klub yang telah membersamainya selama lima musim terakhir.
Tak lama berselang, ia resmi bergabung dengan Persija Jakarta dengan kontrak berdurasi 3,5 tahun.
Gelombang kepergian pemain belum berhenti.
Setelah mendatangkan Marcos Astina dan Ardi Idrus sebagai amunisi anyar, Pesut Etam kembali meminjamkan pemain muda lainnya.
Kali ini, bek kiri berusia 24 tahun, Haykal Alhafiz, dipinjamkan ke Kendal Tornado untuk putaran kedua musim ini.
Melalui akun Instagram resmi klub, Borneo FC menegaskan bahwa peminjaman Haykal dilakukan demi memberi menit bermain yang lebih banyak.
Sepanjang putaran pertama, ia hanya mencatatkan total 11 menit bermain bersama tim utama.
Daftar pemain yang meninggalkan Borneo FC kian bertambah dengan kepergian dua legiun asing.
Douglas Coutinho dipinjamkan ke klub Liga Malaysia, Penang FC, sementara Maicon Souza memilih melanjutkan karier bersama Semen Padang.
Meski sekilas tampak seperti “cuci gudang”, langkah yang diambil Borneo FC sejatinya lazim dilakukan klub-klub Eropa.
Meminjamkan pemain muda untuk mendapatkan menit bermain merupakan strategi umum demi menjaga perkembangan dan ritme kompetisi para pemain.
Pelatih kepala Borneo FC, Fabio Lefundes, menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi menyeluruh antara tim pelatih, direksi klub, tim EPA Pesut Etam, serta Direktur Akademi.
“Pertama soal pemain muda. Semua yang dipinjamkan adalah mereka yang tidak mendapatkan kesempatan bermain di sini. Namun klub dan tim teknis memahami bahwa ini adalah peluang bagi mereka untuk mendapatkan pengalaman, bermain, dan menunjukkan potensi,” ujar Lefundes.
Ia merinci, beberapa pemain seperti Rangga Sumarna dan Faris Adit diprediksi akan kesulitan mendapatkan menit bermain jika tetap bertahan di skuad utama.
Sementara itu, kedatangan Ardi Idrus turut memengaruhi keputusan meminjamkan Haykal Alhafiz.
“Asgal Habib bermain sangat baik di EPA. Karena itu kami memutuskan dia harus pergi untuk bermain di kompetisi yang lebih kuat,” pungkas mantan pelatih Madura United tersebut. (UK)





