URBANKALTIM.COM – Donald Trump kembali melontarkan ancaman terkait posisi Amerika Serikat di aliansi militer Barat. Ia membuka kemungkinan menarik negaranya keluar dari NATO jika kepentingan AS tidak terpenuhi.
Pernyataan itu memicu kekhawatiran baru di kalangan sekutu. NATO selama ini bergantung besar pada kekuatan militer dan pendanaan dari Amerika Serikat.
Trump menilai kontribusi negara anggota lain belum seimbang. Ia menegaskan AS tidak akan terus menanggung beban utama dalam aliansi tersebut.
Isu penarikan AS dari NATO bukan hal baru. Trump sudah beberapa kali menyampaikan kritik serupa sejak masa kepemimpinannya sebelumnya.
Ia kembali menegaskan bahwa komitmen AS terhadap NATO bergantung pada sikap negara anggota lain. Jika tidak memenuhi kewajiban, menurutnya, AS berhak mengambil langkah sendiri.
“Kami tidak akan terus menanggung beban,” kata Trump, Rabu (1/4/26).
Ancaman ini berpotensi mengubah keseimbangan keamanan global. NATO merupakan pilar utama pertahanan kolektif negara-negara Barat.
Jika AS benar-benar mundur, kekuatan militer NATO diperkirakan akan melemah signifikan. Negara-negara Eropa pun bisa dipaksa meningkatkan kapasitas pertahanan secara mandiri.
Situasi ini juga membuka peluang perubahan dinamika geopolitik global. Banyak pihak menilai stabilitas kawasan bisa terganggu jika peran AS berkurang.
“Jika mereka tidak membayar, kami tidak akan melindungi,” ujar dia.





