Olahraga Reksreasi Masyarakat di Kukar Meningkat Pesat, Kormi Targetkan Pembinaan Tertata

Oleh redaksi

pada Jumat, 21 November 2025

Ketua KORMI Kukar, Lukman (Istimewa)

TENGGARONG — Ketua Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Lukman, menegaskan bahwa olahraga masyarakat kini memiliki dampak yang jauh lebih besar dari sekadar hobi. Lonjakan kegiatan seperti lomba mancing, turnamen catur, hingga aktivitas rekreasi lainnya dinilai sebagai bukti bahwa kebiasaan warga mulai berkembang menjadi budaya olahraga yang kuat.

Lukman menjelaskan bahwa olahraga masyarakat pada dasarnya adalah aktivitas yang tumbuh dari tradisi turun-temurun. Ketika kebiasaan tersebut menjadi bagian dari gaya hidup, barulah potensi prestasi dapat lahir.

“Olahraga masyarakat adalah aktivitas atau kebiasaan turun-temurun yang membentuk budaya. Ketika sudah jadi budaya, dari situ prestasi bisa muncul,” jelasnya, Jumat (21/11/2025).

Baca juga  Embung Maluhu Bakal Jadi Objek Wisata Alam dan Edukasi

Dalam lima tahun terakhir, Lukman mengaku kewalahan menghadiri undangan kegiatan mancing yang hampir tidak pernah putus setiap akhir pekan. Antusiasme masyarakat yang besar menunjukkan bahwa olahraga rekreasi kini berkembang jauh lebih pesat dibanding sebelumnya.

“Sering sekali ada yang datang bilang, ‘Pak, kami ada lomba mancing.’ Kalau Sabtu atau Minggu, insyaallah saya datang. Banyaknya kegiatan ini menandakan olahraga rekreasi berkembang luar biasa,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa beberapa olahraga masyarakat, termasuk memancing, awalnya tumbuh dari kesenangan individu sebelum membentuk komunitas. Seiring tingginya minat, kegiatan tersebut akhirnya memiliki induk organisasi resmi.

Baca juga  Kutim Kembangkan Industri Nanas Terintegrasi, Daun hingga Buah Diolah Jadi Produk Bernilai Ekonomi Tinggi

“Kenapa mancing berkembang? Karena dari hobi itu banyak komunitas terbentuk. Lalu lahirlah organisasi resminya, seperti APRI (Asosiasi Permancingan Indonesia). Di Kukar, ketuanya Bang Jali dari Dinas PU,” terangnya.

Bahkan beberapa kegiatan mancing skala besar mampu menghadirkan tokoh nasional dan menarik ribuan peserta, yang menunjukkan besarnya daya tarik olahraga rekreasi tersebut.

Namun, pesatnya pertumbuhan aktivitas masyarakat ini menurut Lukman harus diimbangi dengan tata kelola administrasi yang matang. Setiap Inorga di bawah Kormi diwajibkan memiliki data yang kuat, baik terkait atlet, anggota, maupun komunitas.

Baca juga  Pemkab Kukar Siap Wujudkan Layanan Puskesmas 24 Jam, Perkuat Program Berobat Gratis Pakai KTP

“Sekarang semua harus terdata dan terpola. Tidak bisa lagi hanya sekadar kegiatan biasa. Kalau jantung sehat ditanya atletnya berapa, harus ada datanya. Semua harus tertata,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa forum dan organisasi olahraga masyarakat harus mampu mengubah kebiasaan warga menjadi kegiatan yang terstruktur tanpa menghilangkan nilai rekreasi yang menjadi ruh olahraga masyarakat.

“Forum yang terbentuk harus mampu membawa kebiasaan menjadi kegiatan luar biasa. Kuncinya adalah tata kelola administrasi yang baik,” tutupnya. (Adv)

Bagikan: