DPMD Kukar Dorong 193 Desa Belajar dari Sumber Sari yang Tembus Terbaik Nasional Desa Cantik

Oleh redaksi

pada Senin, 28 September 2026

Kepala DPMD Kukar, Arianto (Urbankaltim)

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Prestasi Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar), dalam program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) tingkat nasional ingin dijadikan model bagi desa lain.

Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar mendorong 193 desa lainnya memanfaatkan pengalaman Sumber Sari untuk memperkuat pengelolaan data sebagai dasar perencanaan pembangunan.

Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan capaian Sumber Sari tidak terlepas dari pendampingan Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar. Pendampingan dilakukan mulai dari proses pengumpulan, pengolahan hingga pemanfaatan data di tingkat desa.

Desa Sumber Sari kemudian mewakili Kalimantan Timur (Kaltim) dalam penilaian Desa Cantik tingkat nasional dan berhasil masuk kategori terbaik.

“Desa Sumber Sari masuk terbaik nasional untuk program Desa Cantik yang penilaiannya dilakukan oleh BPS secara nasional. Untuk Kalimantan Timur, Desa Sumber Sari dikirim untuk mewakili dan berhasil masuk kategori terbaik nasional,” ucap Arianto, Senin (28/9/2026).

Baca juga  Seleksi Paskibraka Kukar Rampung, 6 Siswa Melaju ke Tingkat Provinsi

Bagi DPMD Kukar, capaian tersebut bukan sekadar penghargaan. Ada praktik pengelolaan data yang dinilai bisa direplikasi oleh desa lain.

Data desa, kata Arianto, semestinya tidak berhenti sebagai dokumen administrasi. Data harus dapat menjawab kondisi riil masyarakat dan wilayah, sekaligus menjadi pijakan ketika pemerintah desa menentukan program pembangunan.

Di Sumber Sari, pengelolaan data dilakukan secara lebih sistematis, mulai dari data kependudukan hingga potensi wilayah. Pemanfaatan sistem elektronik dan informasi geospasial turut membantu pemerintah desa memperoleh gambaran wilayah secara lebih terukur.

Baca juga  Mau Sertifikat Halal Gratis? Ini Cara Daftarnya Lewat DiskopUKM Kukar

Pendekatan itu dinilai penting karena karakter setiap desa di Kukar berbeda. Kebutuhan masyarakat, potensi ekonomi hingga persoalan pembangunan tidak bisa disamaratakan.

Karena itu, DPMD Kukar ingin pengalaman Sumber Sari tidak berhenti di satu desa.

“Harapannya ini bisa kita tularkan ke 193 desa lainnya. Semua desa diharapkan bisa menggunakan metode Desa Cantik ini untuk membuat data di desanya masing-masing,” ujarnya.

Arianto menegaskan, penerapan Desa Cantik juga tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar prestasi dalam ajang penilaian. Menurutnya, nilai utama program tersebut justru terletak pada bagaimana data yang telah dikumpulkan terus diperbarui dan digunakan dalam pengambilan keputusan.

“Ketika data-data itu sudah dibuat dan basis datanya baik dengan menggunakan metode BPS, harapannya bisa digunakan untuk membuat kebijakan-kebijakan di desa,” jelasnya.

Baca juga  Akses Program CKG Kini Lebih Fleksibel, Tak Lagi Terbatas Momen Tertentu

Dengan data yang lebih akurat dan mutakhir, pemerintah desa memiliki dasar yang lebih kuat untuk memetakan kebutuhan masyarakat. Begitu pula dengan potensi wilayah yang bisa dikembangkan melalui program pembangunan.

Capaian Sumber Sari menambah catatan Desa Cantik Kukar di tingkat nasional. Pada tahun sebelumnya, Desa Batuah juga berhasil masuk enam besar nasional dalam program serupa.

DPMD Kukar kini ingin capaian tersebut berkembang menjadi pola yang lebih luas, bukan hanya ada desa yang berprestasi dalam penilaian, tetapi semakin banyak desa yang menjadikan data sebagai dasar dalam merancang pembangunan. (Adv)

Bagikan: