Kerahkan 22 Personel, KPHP Meratus Padamkan Karhutla Tiga Lokasi di Kukar

Oleh redaksi

pada Minggu, 11 Oktober 2026

Penanganan Karhutla oleh KPHP Meratus (Urbankaltim
Penanganan Karhutla oleh KPHP Meratus (Urbankaltim

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Meratus mengerahkan 22 personel untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga lokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) pada Minggu (11/10/2026).

Pemadaman berlangsung hingga malam hari dengan kendala utama berupa keterbatasan sumber air dan akses menuju titik api.

Tiga lokasi kebakaran tersebut berada di Desa Teluk Dalam, Desa Perjiwa, Kecamatan Tenggarong Seberang, serta Kelurahan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong.

Tim harus bekerja ekstra karena sejumlah titik api tidak dapat dijangkau kendaraan, sehingga petugas terpaksa berjalan kaki hampir satu kilometer untuk mencapai lokasi kebakaran.

Ketua Tim Pemadaman KPHP Meratus, Fajeriansyah, mengatakan penanganan dilakukan setelah tim menerima laporan dari masyarakat dan aparatur desa pada sore hari.

“Laporan pertama diterima posko KPHP Meratus sekitar pukul 15.00 Wita,” sebut Fajeriansyah.

Merespons laporan tersebut, tim kemudian mengerahkan satu unit kendaraan slip-on, yakni kendaraan yang dilengkapi tangki air dan pompa pemadam, dengan tiga personel menuju lokasi.

Baca juga  3 Penumpang Meninggal Dunia Akibat Mringnya KM Dharma Kartika IX di Pelabuhan Semayang Balikpapan

Pemadaman di titik pertama berhasil diselesaikan melalui kerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar serta relawan.

Sekitar pukul 16.10 Wita, tim kembali menerima laporan dari aparatur Desa Teluk Dalam mengenai kebakaran lahan di wilayah RT 1.

Personel segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman bersama petugas pemadam kebakaran Kukar.

“Api di lokasi tersebut (Desa Teluk Dalam) berhasil dikendalikan sekitar pukul 17.30 Wita,” sebutnya.

Namun, pada waktu yang hampir bersamaan, kebakaran juga terjadi di kawasan perbatasan Desa Teluk Dalam dan Desa Perjiwa.

Kobaran api di lokasi ini cukup besar sehingga penanganan berlanjut hingga sekitar pukul 22.00 Wita.

Berdasarkan informasi awal yang diterima tim, kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan kebun. Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kebakaran.

Baca juga  DPP Gerindra Usung Dendi Suryadi dan Alif Turiadi di Pilkada Kukar

Fajeriansyah menjelaskan, keterbatasan sumber air menjadi salah satu hambatan utama dalam proses pemadaman.

Kondisi medan juga menyulitkan petugas karena tidak tersedia akses jalan yang memungkinkan kendaraan masuk hingga ke titik api.

Akibatnya, personel harus melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki hampir satu kilometer sambil membawa perlengkapan pemadaman.

Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman membutuhkan tenaga ekstra, terutama ketika api membesar dan penanganan harus dilakukan hingga malam hari.

Dalam operasi tersebut, KPHP Meratus mengerahkan tiga unit kendaraan slip-on, dua unit mobil double cabin atau mobil pikap dengan dua baris tempat duduk, 20 unit selang pemadam, tiga unit pompa air portabel jenis minitrack, serta 10 unit pompa punggung.

Pemadaman turut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) Timbau dan MPA Rempanga.

Kedua kelompok masyarakat tersebut aktif membantu personel KPHP Meratus dalam penanganan kebakaran di lapangan.

Menurut Fajeriansyah, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam penanggulangan karhutla, terutama saat petugas menghadapi medan sulit dan titik api yang tidak dapat dijangkau kendaraan.

Baca juga  BPK RI Ungkap Temuan ASN Kukar Terima Honor 900 Kali, Bupati Sebut Nilainya Capai Rp9,5 Miliar

Di tengah upaya pemadaman, Fajeriansyah menekankan pentingnya dukungan terhadap masyarakat yang terlibat langsung dalam penanggulangan kebakaran.

Menurut dia, keselamatan personel harus menjadi perhatian, termasuk melalui penyediaan perlengkapan yang memadai.

“Kelengkapan personel untuk keamanan harus diperhatikan. Selain itu, bantuan insentif dari pemerintah maupun pihak swasta juga diperlukan,” seru Fajeriansyah.

Ia berharap dukungan kepada MPA tidak hanya diberikan ketika kebakaran terjadi, tetapi juga mencakup pemenuhan perlengkapan keselamatan dan insentif bagi masyarakat yang aktif membantu pemadaman.

Dukungan tersebut dinilai penting untuk menjaga kesiapsiagaan kelompok masyarakat yang turut berperan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Melalui kerja sama dengan MPA, relawan, dan instansi terkait, KPHP Meratus terus melakukan penanganan karhutla sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian kebakaran di wilayah Kukar. (UK)

Bagikan: