URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Sebanyak 115 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terlibat dalam Pesta Laut Samboja 2026 yang digelar di halaman Pasar Kuala Samboja, Jumat (16/10/26) malam. Keterlibatan pelaku usaha ini membuka peluang bagi produk lokal untuk dikenal lebih luas melalui keramaian festival budaya masyarakat pesisir.
Pesta Laut Samboja tidak hanya menjadi ruang bagi masyarakat untuk merawat tradisi turun-temurun. Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai wadah promosi bagi pelaku usaha, mulai dari penjual kuliner hingga usaha yang berkaitan dengan hasil perikanan.
Di tengah keramaian pengunjung, pelaku UMKM berkesempatan memperkenalkan produk sekaligus menjangkau calon konsumen baru. Namun, besarnya manfaat ekonomi yang dihasilkan juga bergantung pada sejauh mana peluang tersebut dapat berlanjut setelah kegiatan berakhir.
Ketua Panitia Pesta Laut Samboja 2026, Muhammad Saleh, mengatakan pesta laut memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat pesisir. Selain menjadi perayaan, tradisi tersebut merefleksikan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta harapan masyarakat nelayan terhadap keselamatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas mereka.
“Pesta laut bukan sekadar sebuah perayaan, melainkan tradisi dan warisan budaya masyarakat pesisir,” ujar Saleh yang juga menjabat Lurah Kuala Samboja.
Keterlibatan 115 UMKM menjadi salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan Pesta Laut Samboja tahun ini. Kehadiran pelaku usaha membuat kegiatan budaya tersebut memiliki ruang manfaat yang lebih luas, tidak hanya bagi pengunjung, tetapi juga bagi masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari usaha lokal.
Produk kuliner, hasil perikanan, dan berbagai komoditas lokal berpeluang memperoleh perhatian dari pengunjung yang datang ke lokasi acara. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk mereka secara langsung kepada calon pembeli.
Bagi usaha berskala kecil, kegiatan yang menghadirkan keramaian dapat menjadi sarana promosi tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pemasaran melalui saluran digital. Interaksi langsung dengan konsumen juga memberi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengenalkan karakter dan keunggulan produk mereka.
Saleh menyebut penyelenggara berupaya memberikan ruang bagi pelaku usaha dan seniman daerah untuk terlibat dalam kegiatan tersebut. Dengan begitu, potensi lokal dapat menjadi bagian dari daya tarik pesta rakyat.
Selain melibatkan pelaku UMKM, Pesta Laut Samboja 2026 menghadirkan 16 grup tari dan 13 band lokal. Penampilan mereka menjadi bagian dari rangkaian hiburan yang turut dimeriahkan penyanyi Charlie ST12.
Kehadiran seniman daerah memberikan ruang bagi kelompok seni untuk tampil di hadapan masyarakat yang lebih luas. Keterlibatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi generasi muda untuk memperkenalkan kemampuan dan karya mereka.
Saleh menilai panggung hiburan dalam pesta laut bukan hanya pelengkap acara, tetapi juga bentuk dukungan terhadap kreativitas masyarakat setempat.
“Kehadiran talent lokal ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap kreativitas generasi muda,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar), Awang Agus Darmawan, hadir mewakili Bupati Kukar Aulia Rahman Basri. Dalam sambutan bupati yang dibacakannya, ia menyampaikan bahwa Pesta Laut Samboja sejalan dengan visi pembangunan Kukar Idaman Terbaik.
Menurut pemerintah daerah, kegiatan berbasis budaya dapat mendukung pelestarian tradisi sekaligus membuka ruang pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Potensi masyarakat pesisir, termasuk produk perikanan dan kuliner lokal, dinilai dapat menjadi bagian dari daya tarik kawasan.
Pengembangan tersebut juga berkaitan dengan sejumlah program dedikasi Pemkab Kukar, seperti Petani, Peternak, Nelayan Tangguh, penguatan penggiat seni dan budaya, stimulus komunitas kreatif, Kredit Kukar Idaman Terbaik, serta Jaga Lingkungan Lestari.
Program-program tersebut menjadi bagian dari arah pembangunan daerah untuk mendukung masyarakat dan mengembangkan potensi lokal. Meski demikian, peluang ekonomi dari kegiatan wisata akan lebih berarti apabila promosi yang berlangsung selama festival dapat berlanjut menjadi pasar bagi produk masyarakat.
Awang berharap Kuala Samboja semakin dikenal melalui kekayaan budaya, hasil laut, dan potensi baharinya. Ia juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan serta mempertahankan keramahan masyarakat dalam menerima pengunjung.
“Kita ingin Samboja Kuala dikenal bukan hanya karena kemeriahan pesta lautnya, tetapi juga karena masyarakatnya yang ramah, rukun, kekayaan seni budayanya, hasil lautnya yang bermutu, lingkungan baharinya yang terawat, dan keramahannya menerima setiap tamu,” katanya. (Adv)





