Lama Vakum, Memanda Kutai Panji Berseri Bangkit dan Incar Panggung Nasional

Oleh redaksi

pada Minggu, 11 Oktober 2026

Penampilan Memanda Kutai Panji Berseri di Simpang Odah Etam (Istimewa)
Penampilan Memanda Kutai Panji Berseri di Simpang Odah Etam (Istimewa)

URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Setelah sempat lama vakum, Memanda Kutai Panji Berseri kembali menghidupkan pertunjukan seni tradisional dan membidik panggung nasional.

Kebangkitan kelompok seni ini ditopang pembaruan konsep pertunjukan, kolaborasi, serta rencana promosi yang disiapkan Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Dispar Kukar).

Kembalinya kelompok seni tersebut ditandai melalui pertunjukan bertajuk “Sepenggal Kisah Memanda” dalam Keresmenan Memanda Kutai Panji Berseri di Simpang Odah Etam (SOE), Tenggarong, Sabtu (10/10/26) malam.

Pertunjukan ini menjadi momentum untuk menjaga keberlangsungan seni Memanda sekaligus memperkenalkannya kepada penonton yang lebih luas.

Bagi para pelaku seni, kebangkitan tersebut bukan hanya soal kembali tampil, tetapi juga memastikan tradisi yang diwariskan lintas generasi tetap memiliki tempat di tengah perkembangan zaman.

Pembina Memanda Kutai Panji Berseri, Ahmad Rusli, mengaku bersyukur pertunjukan dapat terlaksana dengan lancar.

Ia berharap kegiatan serupa bisa terus berjalan dan membuka kesempatan bagi kelompoknya untuk tampil di berbagai tempat.

Baca juga  Hadapi Air Bangar, Perumda Tirta Mahakam Upgrade Pengolahan Air ke Sistem Membran

“Artinya, aku sangat senang sekali karena Memanda Etam bisa berlangsung dengan baik dan mulus. Ini juga berkat bantuan dari teman teman. Mudah-mudahan Memanda Etam ini bisa terus berjalan dan nantinya diundang orang untuk tampil,” ujar Ahmad Rusli.

Upaya membawa Memanda Kutai Panji Berseri ke panggung yang lebih luas tidak hanya bergantung pada keberlangsungan pementasan.

Pembaruan konsep dan pengembangan kreativitas juga menjadi bagian penting agar seni tradisional tersebut dapat diterima oleh beragam kalangan.

Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, menilai kelompok Memanda Kutai Panji Berseri telah melakukan sejumlah improvisasi dan inovasi dalam pertunjukannya.

Menurutnya, pengembangan tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas jangkauan penonton tanpa menghilangkan karakter utama kesenian yang diwariskan kelompok tersebut.

Dispar Kukar juga berencana membantu promosi agar Memanda tidak hanya dikenal dan dinikmati masyarakat lokal, tetapi berpeluang menjangkau penonton di tingkat nasional.

Baca juga  Pasar Tangga Arung Sepi, Bupati Kukar Dorong Pedagang Jualan Lewat KukarGo

“Sekarang mereka sudah banyak berimprovisasi dan berinovasi. Tugas kami adalah membantu mempromosikan mereka, supaya bukan hanya masyarakat Kutai Kartanegara yang menikmati, tetapi juga masyarakat secara nasional,” kata Zikri.

Memanda Kutai Panji Berseri memiliki karakter pertunjukan yang memadukan kisah kehidupan kerajaan dengan beladon atau seni bertutur.

Perpaduan tersebut menjadi ciri khas yang membedakannya dari pertunjukan lain.

Di tengah upaya memperbarui konsep pementasan, identitas tersebut tetap menjadi bagian penting yang perlu dipertahankan.

Inovasi diharapkan membuat pertunjukan lebih menarik tanpa menghilangkan akar tradisi yang menjadi kekuatan utama Memanda.

Keberlangsungan kesenian ini juga berkaitan dengan regenerasi pelaku seni.

Ahmad Rusli berharap tradisi yang tumbuh dalam lingkungan keluarga tersebut dapat diteruskan oleh anak-anak dan cucunya.

Baca juga  Tim Gabungan KPHP Meratus Padamkan Karhutla di 4 Lokasi, Sumber Air Jadi Kendala

Dukungan pemerintah dan keterlibatan generasi muda dinilai penting agar Memanda tidak berhenti pada satu generasi.

Selain dukungan pemerintah daerah, pertunjukan Memanda Kutai Panji Berseri turut mendapat dukungan Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui program BIMA, yakni Program Inovasi Seni Nusantara (PISN).

Sementara itu, Simpang Odah Etam di Tenggarong menjadi salah satu ruang bagi para pelaku seni untuk menampilkan kreativitas dan karya budaya.

Ruang pertunjukan seperti ini dapat membantu menjaga eksistensi kesenian lokal sekaligus membuka peluang pertemuan antara seniman dan penonton baru.

Bagi Memanda Kutai Panji Berseri, target tampil di panggung nasional menjadi peluang untuk memperluas pengenalan seni tradisional Kutai.

Namun, keberlanjutan kelompok ini tetap bergantung pada konsistensi pementasan, regenerasi, inovasi, dan dukungan promosi agar warisan budaya tersebut terus hidup. (Adv)

Bagikan: