Tim Gabungan KPHP Meratus Padamkan Karhutla di 4 Lokasi, Sumber Air Jadi Kendala

Oleh redaksi

pada Senin, 5 Oktober 2026

Suasana pemadaman api oleh tim dari KPHP Meratus (Urbankaltim)
Suasana pemadaman api oleh tim dari KPHP Meratus (Urbankaltim)

URBANKALTIM.COM. TENGGARONG – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) kembali terjadi di sejumlah titik.

Tim gabungan harus menangani empat laporan kebakaran di lokasi berbeda dengan kondisi sumber air yang minim.

Penanganan dilakukan pada Pada Senin (5/10/2026), mulai pukul 16.30 Wita hingga sekitar pukul 20.00 Wita.

Tim bergerak memadamkan kebakaran di kawasan permukiman Gang Wakaf, kemudian melanjutkan penanganan di sejumlah titik lahan yang terbakar, yakni di Jalan Gunung Belah, Tambak Rel, dan Triu.

Baca juga  Tak Sekadar Tempat Ibadah, Masjid Jami’ KH Muhammad Sadjid Jadi Rumah Lelah Musafir

Sebanyak 30 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.

Mereka terdiri dari tiga personel Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Meratus, 15 personel Masyarakat Peduli Api (MPA) Timbau, serta delapan personel MPA Rempanga.

Untuk mendukung proses pemadaman, tim mengoperasikan tiga unit armada slip on dan tiga unit mesin pompa air ministrek.

Ketua Tim KPHP Meratus, Fajeriansyah, mengatakan penanganan kali ini cukup menguras tenaga karena laporan kebakaran muncul di empat lokasi yang berbeda dalam waktu berdekatan.

Baca juga  Nilai Investasi RDMP Balikpapan Capai Rp 123 Triliun, Bahlil Sebut Bisa Hemat Devisa Rp60 Triliun

“Malam ini sangat melelahkan karena terjadi di 4 lokasi yang berbeda dengan sumber air yang sangat minim,” ujar Fajeriansyah.

Keterbatasan sumber air menjadi salah satu tantangan utama bagi petugas di lapangan.

Tim harus mengatur penggunaan peralatan dan armada agar pemadaman di sejumlah titik tetap dapat dilakukan secara bergantian.

Meski menghadapi kendala tersebut, tim gabungan berhasil menyelesaikan pemadaman di lokasi yang ditangani hingga sekitar pukul 18.00 Wita, sebelum kembali melakukan pemantauan dan penanganan terhadap laporan lainnya.

Baca juga  El Nino Godzilla Mengancam, Tirta Mahakam Waspadai Penurunan Debit Anak Sungai Mahakam

KPHP Meratus bersama MPA Timbau dan MPA Rempanga terus melakukan respons cepat terhadap laporan masyarakat terkait kebakaran.

Langkah tersebut penting untuk mencegah api meluas, terutama ketika kebakaran terjadi di lahan yang berdekatan dengan kawasan permukiman.

Dengan munculnya beberapa titik kebakaran dalam satu waktu, kesiapsiagaan personel dan dukungan peralatan pemadaman menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan Karhutla di lapangan. (UK)

Bagikan: