Sambal Bibir Dower Asli Kukar Laris Manis, 300 Botol Terjual hingga Jakarta dan Bali

Oleh redaksi

pada Sabtu, 30 Agustus 2025

Produk Sambal Bibir Dower (Istimewa)

TENGGARONG – Sambal sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Nusantara. Hampir setiap daerah di Indonesia memiliki racikan khasnya masing-masing, mulai dari yang pedas menggigit hingga yang bercita rasa gurih.
Di Kutai Kartanegara (Kukar) hadir inovasi baru berupa sambal kemasan dengan nama unik: Sambal Bibir Dower.

Produk ini dikembangkan oleh Nira Hidayah (30), pelaku UMKM asal Kukar yang terinspirasi dari kegemaran masyarakat terhadap cita rasa pedas sekaligus keinginan membantu petani cabai lokal (30/8/2025).

Nira menuturkan, ide membuat sambal kemasan bermula dari pengalamannya yang sering kesulitan mendapatkan sambal dengan rasa konsisten dan tahan lama. Dari situ, ia meracik sambal ala rumahan dengan teknik produksi sederhana, namun tetap menjaga kualitas dan rasa.

Baca juga  Dari Muara Kembang ke Panggung Juara, Tim Baskara Bongkar Batasan dengan Sabet 5 Piala

“Selain ingin punya produk khas, saya juga ingin membantu petani cabai di Kukar agar hasil panen mereka terserap sesuai harga pasar,” ungkapnya.

Meski masih dalam skala home industry, Sambal Bibir Dower langsung mendapat respon positif. Baru dua pekan diproduksi, sebanyak 300 botol sambal ludes terjual. Menariknya, pesanan datang tidak hanya dari wilayah Kukar, tetapi juga menjangkau Jakarta, Bali, Pontianak, Kalimantan Utara, hingga Kalimantan Selatan.

“Alhamdulillah, sambal ini bisa diterima dengan baik. Bahkan ada yang menjadikan sebagai oleh-oleh untuk keluar daerah,” kata Nira.

Saat ini, ada empat varian sambal yang diproduksi: sambal cakalang suwir, sambal ayam suwir, sambal cumi asin, dan sambal bawang rambut khas Kukar. Dari keempatnya, sambal bawang rambut menjadi yang paling favorit karena teksturnya yang khas dan cita rasa autentik.

Baca juga  Diapora Kukar Dukung Rencana Pengembangan Pulau Kumala Sebagai Sport Tourism

Meski sudah dikemas modern, proses pembuatan tetap mempertahankan cara tradisional agar cita rasa sambal rumahan tidak hilang. “Meski dalam kemasan, rasanya tetap seperti sambal buatan sendiri di rumah,” ujar Nira.
Harga Terjangkau

Salah satu daya tarik Sambal Bibir Dower adalah harganya yang ramah di kantong. Sambal cakalang dan ayam suwir dijual Rp26 ribu per botol, sambal cumi Rp28 ribu, sementara sambal bawang rambut seharga Rp25 ribu.

“Harga segini sangat terjangkau untuk semua kalangan. Milenial, orang tua, bahkan generasi Z suka. Produk ini cocok dijadikan oleh-oleh, bahkan ada yang sudah membawanya ke luar negeri,” tambahnya.

Baca juga  Melawan Lupa, Kedang Ipil Pertahankan Bahasa Dewa Lewat Festival Belian Namang

Keberhasilan Sambal Bibir Dower menembus pasar di luar Kalimantan tak lepas dari peran teknologi. Nira memanfaatkan media sosial dan marketplace untuk memasarkan produknya.

“Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Shopee jadi sarana utama promosi. Hampir semua orang sekarang belanja online, jadi strategi ini cukup ampuh,” jelasnya.

Ke depan, Nira berharap produk sambalnya bisa diproduksi dalam skala lebih besar, bahkan menembus pasar mancanegara. Untuk itu, ia menilai pendampingan dari pemerintah sangat penting, terutama dalam hal legalitas, sertifikasi halal, serta pengemasan modern. (Adv)

Bagikan: