Rusia Ajukan Solusi Uranium Iran, AS Pilih Menolak

Oleh redaksi

pada Kamis, 16 April 2026

Juru bicara Kepresidenan Rusia, Dmitry Peskov (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Pemerintah Amerika Serikat menolak usulan Rusia terkait penanganan uranium Iran di tengah konflik yang masih berlangsung. Tawaran tersebut sebelumnya diajukan sebagai solusi diplomatik untuk meredakan ketegangan, Kamis (16/4/2026).

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menyebut proposal itu datang langsung dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Rusia menawarkan diri untuk mengambil alih cadangan uranium yang diperkaya milik Iran.

Menurut Peskov, usulan tersebut dinilai sebagai solusi yang efektif. Namun, pihak Amerika Serikat memutuskan untuk tidak menerimanya.

Baca juga  AS Mulai Blokade Pelabuhan Iran, Semua Kapal Berisiko Diperiksa

“Ini merupakan solusi yang sangat bagus,” kata Peskov.

Rusia menganggap pengalihan uranium Iran dapat menjadi jalan keluar dari konflik. Langkah ini diharapkan mampu meredakan kekhawatiran terkait program nuklir Iran.

Cadangan uranium Iran sendiri menjadi salah satu isu utama dalam negosiasi. Amerika Serikat menuntut agar material tersebut diserahkan sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik secara permanen.

Sebagian besar uranium yang diperkaya tersebut disebut berada di fasilitas nuklir bawah tanah. Lokasi ini sebelumnya telah menjadi target serangan dalam operasi militer.

Baca juga  Trump Umumkan Penarikan Pasukan AS dari Iran dalam Hitungan Minggu

Meski ditolak, Rusia menyatakan tetap membuka peluang untuk menghidupkan kembali usulan tersebut. Hal ini akan dilakukan jika pihak-pihak terkait menginginkannya.

Selain soal uranium, Rusia juga menyoroti alasan di balik perang yang terjadi. Tuduhan terhadap Iran pun tidak sepenuhnya didukung bukti kuat.

Peskov menyebut badan pengawas nuklir internasional tidak menemukan indikasi bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir. Ia menilai tuduhan tersebut digunakan sebagai dasar untuk melancarkan serangan.

Di sisi lain, Amerika Serikat tetap bersikukuh pada posisinya. Pemerintah menegaskan Iran harus menyerahkan cadangan uranium, baik secara sukarela maupun melalui langkah lain.

Baca juga  Gencatan Senjata 45 Hari Jadi Kunci Damai Iran-AS, Selat Hormuz Siap Dibuka

Dalam kesempatan yang sama, Rusia membantah keterlibatan langsung dalam konflik Iran. Peskov menegaskan negaranya tidak memberikan dukungan militer dalam perang tersebut.

Ia menekankan Rusia tidak ikut serta dalam konflik yang terjadi. Pernyataan ini sekaligus menepis spekulasi mengenai dukungan intelijen kepada Iran.

“Rusia tidak ikut serta dalam hal ini. Ini bukan perang kami,” kata Peskov. (UK)

Bagikan: