TENGGARONG — Semangat pembudayaan olahraga di Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki babak baru. Dinas Kepemudaan dan Opahraga (Dispora) Kukar tidak hanya menekankan olahraga sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menghadirkan pendekatan yang lebih merakyat, rekreatif, dan penuh unsur hiburan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa olahraga benar-benar menjadi gaya hidup masyarakat di seluruh kecamatan.
Salah satu program yang paling mencuri perhatian adalah Kukar Kaya Festival, sebuah agenda besar yang memadukan olahraga, rekreasi, dan aktivitas komunitas dalam satu ruang publik yang semarak.
Festival ini menjadi contoh konkret bagaimana olahraga bisa dikemas secara inklusif—dari yang ekstrem hingga yang santai, dari komunitas kecil hingga ribuan peserta.
Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Dispora Kukar, Aji Muhammad Ari Junaidi, menegaskan bahwa festival tersebut sejalan dengan program strategis Kukar Idaman, yang ingin menghadirkan olahraga sebagai kegiatan yang mudah dinikmati oleh semua kalangan, bukan hanya atlet berprestasi.
“Melalui Kukar Kaya Festival, kami ingin menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya soal prestasi. Kegiatan seperti trail, off-road, memancing, kicau burung, bersepeda, jalan santai, hingga senam, semuanya merupakan bentuk nyata pembudayaan olahraga yang bersifat rekreatif dan menghibur,” ujarnya.
Ari menjelaskan bahwa antusiasme masyarakat menunjukkan tren yang terus menanjak. Komunitas-komunitas olahraga kini muncul lebih banyak, lebih aktif, dan lebih kreatif dalam merancang kegiatan.
Karena itulah Dispora Kukar memberikan ruang sebesar-besarnya bagi komunitas untuk terlibat, menampilkan kegiatan khas mereka, hingga mengisi ruang festival dengan aktivitas yang mencerminkan semangat olahraga dari berbagai lapisan masyarakat.
Tidak berhenti pada festival, Dispora Kukar juga tengah merancang langkah lanjutan berupa penyediaan sarana olahraga tambahan. Jika anggaran tahun 2025 memungkinkan, fasilitas baru tersebut akan didistribusikan ke banyak titik, mulai dari komunitas olahraga hingga sekolah-sekolah di kecamatan.
“Tujuan kami adalah memastikan pertumbuhan olahraga masyarakat berjalan konsisten setiap tahun. Fasilitas yang diberikan nanti juga akan mendukung pola hidup sehat sejak usia dini,” jelas Ari.
Ari menegaskan bahwa pembudayaan olahraga tidak boleh eksklusif. Segala bentuk olahraga—baik tradisional, rekreasi, maupun olahraga tantangan—akan terus mendapat dukungan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Intinya kami memfasilitasi semua bentuk olahraga yang tumbuh di tengah masyarakat. Dengan cara ini, olahraga bisa menjadi bagian dari budaya hidup sehari-hari warga Kukar,” tutupnya. (Adv)





