TENGGARONG – E-sport di Kutai Kartanegara (Kukar) tak lagi sekadar aktivitas bermain gim, tetapi berkembang menjadi budaya baru anak muda yang mulai membentuk ekosistem ekonomi kreatif. Melihat tren ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar semakin serius memperkuat pembinaan sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha lokal.
Dispora menilai bahwa popularitas e-sport di kalangan remaja menjadi pintu masuk untuk menghadirkan ruang-ruang kreatif baru di tingkat kecamatan. Mulai dari turnamen kecil di kafe, studio latihan, hingga event bertahap yang dapat memancing sponsor lokal.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, mengatakan pemerintah daerah saat ini telah menyediakan studio latihan e-sport serta memfasilitasi beberapa ajang kompetisi. Namun ia menekankan pentingnya kemandirian komunitas dalam menciptakan wadah kompetisi mereka sendiri.
“Sejauh ini kami memfasilitasi studio latihan dan beberapa event. Untuk pengembangannya, kami berharap cabor e-sport bisa membuat event sendiri atau menggelar kegiatan kecil di kecamatan,” ujar Ali, Jumat (14/11/2025).
Aji Ali menilai e-sport bukan lagi kegiatan santai semata. Di Kukar, banyak remaja memiliki jam terbang tinggi karena kedekatan mereka dengan gim digital sejak kecil. Hal ini membuat proses pembinaan menjadi lebih mudah dan terarah.
“Anak muda sekarang sudah sering bermain gim, tinggal bagaimana kita mengarahkan agar ini menjadi olahraga yang ditekuni dengan baik. Pembinaannya tidak terlalu sulit, apalagi atlet dari Kukar pernah menjuarai kompetisi nasional dan internasional. Ini bukti bahwa e-sport berkembang baik di sini,” jelasnya.
Salah satu peluang yang ingin dipacu Dispora adalah penyelenggaraan turnamen e-sport di ruang-ruang kreatif seperti kafe. Tempat nongkrong anak muda ini dinilai sangat potensial menjadi panggung awal bagi bibit-bibit atlet baru.
“Penyelenggaraan e-sport di kecamatan masih sebatas lomba kecil. Ini yang ingin kita pacu. Anak muda sering berkumpul di kafe, dan kafe bisa menjadi daya tarik untuk lomba. Sponsornya pun bisa dari pemilik kafe karena event seperti ini juga bisa mendatangkan pengunjung,” terangnya.
Dengan melibatkan pemilik usaha lokal, turnamen kecil dapat berkembang menjadi industri baru yang menggerakkan ekonomi kreatif. Melihat antusiasme generasi muda yang sangat besar, Ali optimistis e-sport akan menjadi salah satu cabang yang menyumbang prestasi bagi Kukar.
“Dengan dukungan fasilitas, pembinaan, dan sinergi antara komunitas, pemerintah, serta pelaku usaha, kami berharap e-sport dapat berkembang menjadi ekosistem olahraga modern yang berkelanjutan di Kukar,” pungkasnya. (Adv)





