Iran Ungkap 10 Poin Gencatan Senjata Usai 40 Hari Perang dengan Amerika Serikat

Oleh redaksi

pada Rabu, 8 April 2026

Gencatan senjata Iran Amerika Serikat (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Pemerintah Iran mengungkap daftar 10 poin gencatan senjata setelah 40 hari konflik dengan Amerika Serikat dan sekutunya. Proposal ini diklaim menjadi dasar penghentian perang sekaligus bentuk tekanan politik dan militer terhadap Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut disampaikan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran kepada publik. Mereka menyebut Amerika Serikat tidak memiliki pilihan selain menerima tuntutan yang diajukan Teheran setelah konflik berkepanjangan.

Dalam proposal tersebut, Iran mengajukan sejumlah syarat strategis yang menyasar langsung kebijakan militer, ekonomi, hingga posisi geopolitik Amerika Serikat di Timur Tengah. Poin-poin ini disebut sebagai syarat utama untuk menghentikan konflik secara menyeluruh.

Baca juga  Trump Siap Pecat Powell, Nasib Independensi The Fed di Ujung Tanduk

Berikut 10 poin gencatan senjata yang diungkap Iran:

  • Komitmen Amerika Serikat untuk tidak melakukan tindakan agresi lagi
  • Kontrol Iran secara berkelanjutan atas Selat Hormuz
  • Pengakuan hak Iran dalam pengayaan nuklir
  • Pencabutan seluruh sanksi utama terhadap Iran
  • Pencabutan seluruh sanksi sekunder
  • Pengakhiran resolusi Dewan Keamanan PBB terhadap Iran
  • Pengakhiran resolusi Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional
  • Pembayaran ganti rugi atas kerugian perang
  • Penarikan pasukan tempur Amerika Serikat dari kawasan
  • Penghentian permusuhan di semua front termasuk Lebanon
    Baca juga  Jaksa Tuntut Tiga Terdakwa Korupsi Chromebook 6 dan 15 Tahun Penjara

    “Iran telah meraih kemenangan besar dan telah memaksa Amerika yang kriminal untuk menerima proposal 10 poinnya sendiri,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Rabu (8/4/26).

    Iran menyebut proposal ini lahir dari posisi kuat di medan perang. Mereka mengklaim telah memberikan pukulan besar terhadap kekuatan militer Amerika Serikat di kawasan dalam 40 hari terakhir.

    Menurut pernyataan tersebut, sejak awal konflik, Amerika Serikat dinilai gagal mencapai tujuan utamanya. Bahkan disebut sudah menyadari ketidakmampuan memenangkan perang hanya dalam waktu singkat.

    Baca juga  Lebih dari 4.000 Peserta Magang Nasional Tidak Aktif, Ini Alasannya

    Kondisi ini, menurut Iran, membuat Washington mulai membuka jalur komunikasi untuk gencatan senjata. Upaya tersebut disebut sebagai tanda bahwa tekanan militer Iran memberikan dampak signifikan.

    Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump sebelumnya mengumumkan penangguhan serangan selama dua pekan. Kebijakan itu disertai syarat pembukaan Selat Hormuz oleh Iran.

    Namun hingga kini, narasi kedua pihak masih bertolak belakang. Iran menegaskan kemenangan dan dominasi di lapangan, sementara AS menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari strategi menuju stabilitas kawasan. (UK)

    Bagikan: