URBANKALTIM.COM – FIFA resmi menerapkan sejumlah aturan baru dalam Piala Dunia FIFA 2026 dengan fokus utama mengurangi praktik penguluran waktu di lapangan.
Perubahan regulasi ini menjadi bagian dari upaya FIFA untuk membuat pertandingan lebih adil dan dinamis. Selain itu, penonton diharapkan bisa menikmati lebih banyak waktu bermain efektif.
Piala Dunia 2026 sendiri akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan format baru yang melibatkan 48 tim.
Salah satu aturan paling mencolok adalah soal pergantian pemain. Dalam regulasi baru, pemain yang ditarik keluar harus meninggalkan lapangan dalam waktu singkat.
Jika aturan itu dilanggar, tim akan terkena konsekuensi langsung saat pertandingan berlangsung.
“Pemain yang diganti harus meninggalkan lapangan dalam waktu 10 detik,” demikian aturan FIFA, Jumat (10/4/2026).
Jika pemain melebihi batas waktu tersebut, pemain pengganti harus menunggu selama satu menit sebelum bisa masuk ke lapangan.
Situasi ini membuat tim harus bermain dengan jumlah pemain yang berkurang sementara waktu.
Selain pergantian pemain, aturan lemparan ke dalam juga diperketat. Pemain kini hanya memiliki waktu lima detik untuk melakukan lemparan.
Jika melewati batas tersebut, penguasaan bola akan langsung diberikan kepada tim lawan.
FIFA juga mengatur soal perawatan medis di lapangan. Pemain yang mendapat perawatan wajib berada di luar lapangan selama satu menit penuh sebelum kembali bermain.
Aturan ini diterapkan untuk mencegah aksi pura-pura cedera yang kerap digunakan untuk mengulur waktu.
Di sisi lain, penggunaan teknologi VAR juga diperluas. Wasit kini dapat meninjau kartu kuning kedua yang berujung kartu merah serta keputusan sepak pojok yang dianggap keliru.
Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah. Sebanyak 48 tim akan dibagi ke dalam 12 grup, dengan total 104 pertandingan.
Format baru juga menghadirkan babak gugur mulai dari 32 besar. Tim yang lolos tidak hanya peringkat satu dan dua, tetapi juga delapan tim peringkat tiga terbaik.
Dengan berbagai perubahan ini, FIFA berharap turnamen berlangsung lebih cepat, kompetitif, dan minim gangguan. (UK)





