Prabowo Bertemu Putin di Rusia Bahas Pasokan Minyak dan Krisis Energi Global

Oleh redaksi

pada Minggu, 12 April 2026

Prabowo bertemu Putin di Rusia bahas pasokan minyak (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Presiden RI, Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Rusia untuk bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin pada Minggu (12/4/2026) guna membahas pasokan minyak dan situasi energi global.

Kunjungan ini dilakukan di tengah tekanan harga minyak dunia yang terus meningkat akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan. Pemerintah Indonesia mengambil langkah aktif untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap terjaga.

Menteri Luar Negeri, Sugiono menyebut isu energi menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan kedua pemimpin negara tersebut. Selain itu, pembahasan juga akan mencakup dinamika geopolitik global yang berdampak langsung pada stabilitas energi.

Baca juga  Prabowo Gelar Rapat Kabinet, Fokus pada Isu Strategis dan Geopolitik

Ia menegaskan bahwa minyak merupakan komoditas strategis yang harus dijaga ketersediaannya bagi Indonesia. Pemerintah tidak ingin ketergantungan pada pasar global justru memperlemah ketahanan energi dalam negeri.

“Presiden akan bertemu dengan Presiden Putin dan juga akan membahas geopolitik global dan, tentu saja, situasi energi,” kata Sugiono.

Prabowo sebelumnya juga mengungkapkan alasan di balik intensitas kunjungan luar negeri yang ia lakukan dalam beberapa waktu terakhir. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap aman.

“Saya harus pergi ke mana-mana,” ujar Prabowo.

Baca juga  Rusia Minta Lebanon Jadi Bagian Gencatan Senjata AS-Iran

Kenaikan harga minyak global memberi tekanan besar bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Meski memiliki produksi minyak sendiri, kebutuhan dalam negeri masih belum sepenuhnya terpenuhi sehingga impor tetap diperlukan.

Situasi ini membuat pemerintah mengambil sejumlah langkah antisipatif. Di antaranya adalah pembatasan penggunaan bahan bakar serta kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara untuk mengurangi konsumsi energi.

Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, pemerintah khawatir beban fiskal akan meningkat. Lonjakan harga minyak berpotensi memperlebar defisit anggaran negara.

Di tengah tekanan tersebut, Rusia membuka peluang kerja sama energi dengan Indonesia. Negara tersebut menyatakan kesiapan untuk memasok minyak sesuai kebutuhan Indonesia.

Baca juga  Bahlil Pastikan Indonesia Dapat Pasokan Minyak dan LPG dari Rusia

Pertemuan antara Prabowo dan Putin diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan membuka jalan bagi kerja sama yang lebih konkret. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi di tengah ketidakpastian global.

Selain itu, kerja sama ini juga menjadi bagian dari strategi diversifikasi sumber energi Indonesia agar tidak bergantung pada satu kawasan tertentu.

Dengan pendekatan diplomasi langsung, pemerintah berharap dapat memastikan pasokan energi tetap aman sekaligus menjaga stabilitas ekonomi nasional. (UK)

Bagikan: