Jamu Rempah Sebulu Laris 1.500 Botol per Bulan, Poniyah Raup Omset Rp12 Juta

Oleh redaksi

pada Senin, 1 September 2025

Jamu Remuah Botol (Istimewa)

TENGGARONG – Di tengah gempuran minuman modern, jamu tradisional masih tetap menjadi pilihan banyak orang. Buktinya, Poniyah, pelaku UMKM asal Kecamatan Sebulu, mampu menjual hingga 1.500 botol jamu rempah setiap bulan.

Jamu produksinya dibuat dari rempah pilihan seperti cabe puyang, jahe, kapulogo, kunyit, gula aren, hingga garam. “Dari berbahan rempah itu, ada 3 varian jamu yang dihasilkan yakni Pujago, Sijakani dan Gepyokan,” kata Poniyah pada Senin (1/9/2025).

Pemasaran jamu ini sudah meluas, dari Desa Giri Agung Kecamatan Sebulu hingga ke sejumlah kabupaten/kota di Kaltim. Konsumen yang membeli pun jarang hanya satu botol. “Konsumen pasti membeli lebih dari 1 botol bahkan bisa 5 botol, ini menandakan jamu yang diproduksi sangat diminati,” jelasnya.

Baca juga  Kedang Ipil Kembangkan Wisata Budaya, Festival Nutuk Beham Didorong Jadi Agenda Pariwisata Andalan Kukar

Pada momen tertentu, Poniyah juga menerima pesanan besar dari instansi pemerintahan maupun swasta. “Kemarin saya mendapatkan pesanan dari pemerintah daerah sekitar 300 botol lebih, dengan harga Rp3 juta. Dan untuk informasi pemesanan bisa melalu Whatsapp : 0812-5564-8024,” imbuhnya.

Dengan harga Rp8 ribu per botol, omset bulanan yang diperoleh bisa mencapai Rp12 juta. Meski ada biaya operasional dan produksi, Poniyah tetap bersyukur karena usahanya membawa manfaat ganda: menopang ekonomi keluarga sekaligus menyehatkan masyarakat.

Baca juga  ASN Kukar Punya Jam Kerja Baru di Ramadan 1446 H, Berikut Rinciannya!

“Itu omset kotor, nanti dipotong dengan biaya operasional, biaya produksi dan lainnya. Meskipun hasilnya tak terlalu besar, yang penting bisa memberikan manfaat khususnya terhadap kesehatan masyarakat,” ungkapnya.

Poniyah berharap usaha jamu tradisional ini bisa terus bertahan, apalagi masyarakat kini mulai kembali sadar pentingnya menjaga kesehatan dengan bahan alami.

“Terima kasih kepada konsumen yang telah menjadi pelanggan rutin, untuk membeli jamu tradisional rempah ini,” tukasnya.

Baca juga  Distransnaker Tegaskan Job Fair Jadi Senjata Utama Kutim Tekan Pengangguran

Dengan cita rasa khas dan khasiat yang dipercaya turun-temurun, jamu rempah Sebulu tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga bukti bahwa usaha kecil mampu bersaing di tengah tren minuman kekinian. (Adv)

Bagikan: