TENGGARONG – Fenomena fotografer olahraga yang semakin marak di Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Bagi Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora), kehadiran mereka bukan sekadar hobi yang berkembang, tetapi bagian dari ekosistem ekonomi kreatif baru yang tumbuh seiring meningkatnya aktivitas olahraga masyarakat.
Hal itu disampaikan Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni menilai bahwa fotografer yang rutin meliput kegiatan lari, gowes, offroad, hingga event komunitas telah membuka peluang usaha baru yang berdampak langsung pada roda ekonomi lokal.
“Fotografer ini bagian dari dampak ekonomi yang muncul karena tingginya minat masyarakat terhadap olahraga. Kawan-kawan komunitas fotografer menangkap peluang bisnis yang baik dari kegiatan ini,” ujarnya.
Melihat potensi besar yang muncul dari tren ini, Dispora Kukar berencana memfasilitasi pelatihan fotografi olahraga yang dapat diikuti pemuda Kukar. Pelatihan ini sejatinya sudah ditawarkan sebelumnya, namun belum terlaksana karena minimnya respon.
Aji Ali berharap tahun depan para fotografer dan komunitas kreatif bisa menjalin komunikasi lebih intens dengan Dispora agar pelatihan tersebut dapat direalisasikan.
“Dulu kami sudah tawarkan pelatihan fotografer untuk pemula, khususnya bagi anak muda Kukar. Tahun kemarin belum terealisasi karena belum ada respon, tapi mudah-mudahan tahun depan teman-teman fotografer bisa berkomunikasi dengan kami,” ungkapnya.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga membuka peluang pendapatan baru bagi anak muda Kukar yang tertarik di bidang dokumentasi olahraga.
Tidak hanya pelatihan, Dispora Kukar juga memberi ruang bagi komunitas fotografer untuk terlibat langsung dalam setiap event olahraga resmi. Mereka bukan hanya hadir sebagai dokumentator, tetapi juga sebagai pelaku ekonomi kreatif yang memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.
“Setiap kali kami melaksanakan kegiatan, termasuk yang sebentar lagi yaitu event offroad overland dari Tenggarong hingga Samboja, kami mengundang komunitas fotografer untuk menyalurkan hobinya sekaligus menambah penghasilan,” jelasnya.
Dengan melibatkan fotografer sejak tahap pelaksanaan hingga publikasi, Dispora berharap ekosistem kreatif di Kukar semakin berkembang dan memiliki jaringan yang lebih luas.
Aji Ali menilai kolaborasi antara pemerintah, komunitas olahraga, dan fotografer menciptakan sinergi dua arah. Kegiatan olahraga mendapat publikasi yang lebih menarik, sementara fotografer mendapatkan panggung untuk memperluas jangkauan karya mereka.
“Ini bagian dari promosi juga. Bukan hanya untuk kegiatan kami, tapi juga bagi kawan-kawan fotografer agar semakin dikenal dan berkembang,” pungkasnya. (Adv)





