TENGGARONG – Pembangunan sarana olahraga di Kutai Kartanegara (Kukar) kini diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan sosial. Hal ini diwujudkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar melalui pembangunan tribun lapangan olahraga multifungsi di Kecamatan Sangasanga, yang secara khusus mengakomodasi kebutuhan ekonomi keluarga veteran.
Kepala Dispora Kukar, Aji Ali Husni, menegaskan bahwa pembangunan tribun tersebut merupakan langkah inovatif yang memadukan fungsi olahraga dengan dukungan ekonomi bagi kelompok yang selama ini jarang tersentuh kebijakan afirmatif. Melalui desain yang inklusif, pemerintah menyediakan ruang usaha yang akan diberikan kepada keluarga veteran untuk dikelola sebagai aktivitas ekonomi berkelanjutan.
“Kami ingin lapangan olahraga tidak hanya ramai saat ada kegiatan, tapi juga bisa menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Veteran dan keluarganya akan difasilitasi untuk membuka usaha kecil di area tribun agar bisa meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujarnya.
Lapangan multifungsi ini dibangun dari fasilitas voli yang sebelumnya terbatas, kini dikembangkan menjadi ruang olahraga yang dapat digunakan untuk basket, futsal, hingga berbagai kegiatan komunal. Integrasi tribun dengan unit usaha ini diproyeksikan menjadi magnet baru aktivitas masyarakat di Sangasanga.
Dispora Kukar saat ini tengah menyelesaikan proses pendataan veteran yang akan menjadi penerima manfaat. Data tersebut penting untuk memastikan ruang usaha benar-benar dikelola oleh keluarga yang membutuhkan dan memiliki kesiapan untuk menjalankan usaha kecil secara mandiri.
“Kami sedang melakukan identifikasi jumlah veteran yang akan difasilitasi. Nantinya, jumlah stand UMKM akan disesuaikan dengan kapasitas bangunan dan ketersediaan anggaran,” tambah Aji Ali.
Pada tahap awal pembangunan, Dispora menyiapkan 4 hingga 6 unit ruang usaha, yang nantinya akan ditambah secara bertahap seiring penyesuaian anggaran. Langkah ini disebut sebagai solusi jangka panjang untuk menghidupkan kawasan olahraga sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
Aji Ali menegaskan bahwa terobosan ini bukan hanya memberi ruang ekonomi bagi veteran, tetapi juga menjadi strategi menghidupkan ruang publik melalui pendekatan olahraga dan wirausaha.
“Kami ingin fasilitas olahraga memiliki nilai sosial dan ekonomi. Tidak hanya mendukung kegiatan fisik, tapi juga menjadi tempat interaksi dan sumber penghidupan bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dengan konsep yang berpihak pada masyarakat ini, lapangan multifungsi Sanga-Sanga diharapkan menjadi model pembangunan inklusif di sektor olahraga, menggabungkan penghargaan bagi veteran, pemberdayaan UMKM lokal, dan peningkatan aktivitas olahraga masyarakat. (Adv)





