TENGGARONG — Gerakan Pramuka di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini memasuki fase penting dalam perjalanan organisasi dengan dimulainya penerapan sistem digital melalui aplikasi nasional “Ayo Pramuka”. Langkah ini dipandang sebagai transformasi besar yang tidak hanya menyentuh aspek administrasi, tetapi juga arah baru dalam membangun gerakan yang lebih adaptif dan relevan di era modern.
Sosialisasi aplikasi yang digelar di Tenggarong dibuka oleh Kepala Bidang Kepramukaan Dispora Kukar, Nopan Solihin. Kegiatan tersebut menghadirkan Munawar, selaku Ketua Pembina Anggota Muda, serta dua narasumber dari Pusdatin Kwarnas, Darul Maarif dan Alan Aulia.
Menurut Nopan, digitalisasi merupakan jawaban atas tantangan tata kelola Pramuka yang selama ini masih mengandalkan sistem manual. Di tengah kebutuhan data yang cepat dan akurat, modernisasi melalui aplikasi menjadi keharusan.
“Aplikasi Ayo Pramuka merupakan inovasi penting untuk memperkuat tata kelola organisasi Gerakan Pramuka. Dengan sistem ini, seluruh data anggota, kegiatan, dan keaktifan dapat dipantau secara real time,” ujarnya.
Para peserta sosialisasi berasal dari kwartir ranting di 20 kecamatan se-Kukar, masing-masing mengirimkan tiga delegasi. Mereka tidak hanya dikenalkan dengan fitur aplikasi, tetapi juga mendapat pelatihan teknis terkait penginputan data, pengelolaan akun, serta pemanfaatan laporan digital.
Aplikasi Ayo Pramuka dirancang sebagai pusat informasi kepramukaan nasional yang terintegrasi dari tingkat ranting hingga Kwarnas. Di dalamnya tersedia fitur pendataan anggota, kalender kegiatan, pemantauan keaktifan, hingga laporan kegiatan digital yang seluruhnya bisa diakses dalam satu platform.
Dengan sistem ini, Kwartir Cabang Kukar dapat memetakan jumlah anggota aktif dan potensi kepramukaan di setiap kecamatan secara lebih sistematis. Nopan menegaskan bahwa perubahan ini akan membawa efisiensi tinggi dibandingkan metode lama.
“Selama ini, pendataan masih dilakukan secara manual. Dengan adanya aplikasi ini, semuanya bisa terkelola lebih rapi, cepat, dan transparan,” jelasnya.
Sebelumnya, tiga admin dari Kwarcab Tenggarong telah mengikuti pelatihan di tingkat provinsi sebagai langkah percepatan penerapan aplikasi di daerah. Mereka menjadi garda terdepan untuk memastikan proses migrasi data berjalan lancar.
Selain sebagai sistem administrasi, aplikasi Ayo Pramuka juga diharapkan memperkuat ekosistem komunikasi dan kolaborasi antaranggota Pramuka di seluruh Indonesia. Informasi kegiatan, program, dan catatan keaktifan dapat diakses lebih terbuka sehingga mempermudah koordinasi lintas kwartir.
“Kami ingin memastikan seluruh kwartir ranting di Kukar mampu memanfaatkan aplikasi ini secara optimal. Tujuannya bukan hanya administrasi yang tertib, tetapi juga memperkuat jejaring kepramukaan secara nasional,” tambah Nopan.
Aplikasi Ayo Pramuka kini sudah tersedia di Play Store dan App Store, memudahkan anggota untuk mengaksesnya kapan saja. Transformasi digital ini diharapkan menjadi fondasi baru agar Pramuka Kukar tetap relevan tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar kepramukaan seperti disiplin, gotong royong, dan cinta tanah air.
“Digitalisasi ini menjadi langkah penting agar Pramuka tetap relevan dengan era modern. Semangatnya tetap sama, hanya cara kita berorganisasi yang kini lebih maju,” tutupnya. (Adv)





