TENGGARONG — Event olahraga di Kutai Kartanegara (Kukar) kini tidak lagi berdiri sebagai ajang kompetisi semata. Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar menjadikannya sebagai motor penggerak ekonomi kreatif, membuka peluang usaha baru bagi pemuda dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, menegaskan bahwa pola pembinaan pemuda harus adaptif terhadap perkembangan ekonomi. Karena itu, setiap gelaran olahraga dirancang agar memberikan efek ekonomi langsung bagi pelaku usaha muda.
“Kegiatan yang selalu kami selenggarakan ini memiliki peran besar bagi para pemuda, khususnya sebagai penggerak ekonomi lokal. Teman-teman pelaku UMKM di sekitar Stadion Aji Imbut sangat merasakan dampaknya,” ujarnya Selasa (18/11/2025).
Dampak tersebut tidak hanya dirasakan pedagang kuliner, tetapi juga sektor pendukung lainnya. Para pelaku event organizer, konveksi, pembuat merchandise, hingga konten kreator mendapatkan ruang tumbuh dari aktivitas olahraga yang digelar sepanjang tahun.
Menurut Dery, event olahraga harus berkembang mengikuti dinamika pemuda Kukar yang semakin kreatif. Tidak cukup hanya menghadirkan pertandingan, tetapi juga perlu memadukan unsur komunitas, karya anak muda, hingga keterlibatan industri kreatif.
“Para pemuda perlu terus diberi ruang dalam event seperti ini. Kegiatan olahraga harus melibatkan pelaku kreatif agar lebih hidup dan memberikan manfaat lebih luas,” tambahnya.
Ia juga melihat semakin menguatnya mentalitas wirausaha di kalangan pemuda Kukar. Tenggarong, sebagai pusat kegiatan ekonomi, disebut memiliki pasar yang tumbuh cepat dan menciptakan peluang bisnis lebih besar dibanding pekerjaan formal.
“Melihat kondisi hari ini, para pemuda sudah sangat melek dunia usaha. Peluang bisnis di Tenggarong sangat menjanjikan, sehingga berbisnis menjadi pilihan yang potensial bagi pemuda di Kutai Kartanegara,” jelasnya. (Adv)





