Dispora Kukar Bangun Ekosistem Wirausaha Pemuda Lintas Kecamatan Lewat Klinik WPM

Oleh redaksi

pada Minggu, 9 November 2025

Klinik WPM (Istimewa)

TENGGARONG — Semangat pemberdayaan ekonomi pemuda di Kutai Kartanegara terus mendapat perhatian serius dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kukar. Melalui program-program strategis yang menyasar seluruh kecamatan, Dispora kini tengah membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat dan mudah diakses oleh pelaku usaha muda.

Salah satu langkah penting dalam penguatan ekosistem tersebut adalah pengembangan sentra kewirausahaan yang dikombinasikan dengan fasilitas pendukung usaha. Sentra ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang kerja, tetapi juga sebagai tempat bertemunya para pelaku usaha untuk belajar, berkolaborasi, dan mengembangkan jejaring.

Program unggulan yang menjadi pusat aktivitas adalah Klinik Wirausaha Pemuda Mandiri (WPM). Dirancang untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan ruang kolaborasi, Klinik WPM telah menjadi titik temu pemuda dari berbagai kecamatan yang ingin mengembangkan usaha dengan pendekatan praktis dan terarah.

Baca juga  Kukar Tampilkan Pesona Budaya di TMII, Langkah Strategis Promosi Wisata Berbasis Warisan Leluhur

Kabid Kepemudaan dan Kewirausahaan Dispora Kukar, Dery Wardhana, mengatakan bahwa bergabung dengan Klinik WPM dibuat sangat mudah agar siapa pun dapat mengakses pembinaan.

“Untuk bergabung dalam Klinik WPM sangat mudah. Kami rutin mengadakan peningkatan SDM secara khusus, dan teman-teman dapat bergabung untuk belajar dari peserta lain yang berasal dari berbagai kecamatan,” ujarnya.

Baca juga  UMKM Kukar Rasakan Dampak Nyata Pembinaan dan Bantuan Pemerintah

Melalui pelatihan tersebut, para peserta tidak hanya menerima materi teknis bisnis, tetapi juga mendapatkan kesempatan memperluas jejaring. Interaksi antarpeserta dari kecamatan berbeda kerap menghasilkan kolaborasi usaha baru dan memperkaya pengalaman wirausaha mereka.

Selain pelatihan, kegiatan berbagi pengalaman usaha menjadi bagian penting dari kurikulum WPM. Sesi ini memungkinkan peserta menilai kesiapan dan potensi diri sebelum terjun lebih dalam ke dunia bisnis. Hasil asesmen ini pula yang menjadi dasar Dispora dalam menyusun pembinaan lanjutan yang lebih tepat sasaran.

Setelah proses pelatihan, Dispora Kukar melakukan tindak lanjut melalui berbagai fasilitas: mulai dari sentra kewirausahaan, pendampingan intensif, hingga bantuan peralatan usaha. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan bisnis pemuda sehingga usaha mereka dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Baca juga  Anggaran untuk PSU Siap Digunakan, Pemkab Kukar Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran Proses Demokrasi

Dengan model pembinaan yang terintegrasi ini, pemerintah daerah ingin memunculkan lebih banyak pelaku usaha muda yang mampu bersaing di era ekonomi kreatif.

“Dengan pendekatan pelatihan yang komprehensif serta fasilitasi yang tepat sasaran, pemerintah daerah berharap pemuda Kukar dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di masa mendatang,” pungkas Dery. (Adv)

Bagikan: