Pelatihan Barista hingga Menjahit untuk Warga Transmigrasi di Kutai Timur

Oleh redaksi

pada Rabu, 12 November 2025

Ilustrasi pelatihan menjahit di Kutim (Istimewa)

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembinaan intensif kepada warga transmigrasi.

Setelah menjalankan Sosialisasi Produk Ekspor, Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kutim kini fokus pada pelatihan dan pendampingan berkelanjutan agar masyarakat dapat mengembangkan usaha secara mandiri.

Kepala Distransnaker Kutai Timur, Roma Malau, menegaskan bahwa pembinaan UMKM tidak berhenti di tahap sosialisasi semata.

Setelah pelaku usaha mendapatkan pelatihan dasar, mereka tetap didampingi melalui komunikasi rutin dan grup khusus pembinaan.

Baca juga  Dukung Keragaman Olahraga, Dispora Kukar Dorong Pembinaan dari Desa hingga Komunitas

“Setelah kami latih, mereka tidak dibiarkan begitu saja. Kami tetap bina lewat grup dan komunikasi aktif,” ujar Roma Malau pada Rabu (12/11/2025).

Salah satu contoh keberhasilan pembinaan adalah pelatihan barista yang diikuti warga kawasan transmigrasi Kaubun.

Hasilnya, peserta berhasil membuka usaha kedai kopi mandiri dengan racikan yang bahkan dinilai lebih unggul dari sejumlah kafe di perkotaan.

“Sekarang mereka sudah punya kedai kopi sendiri, bahkan racikannya lebih enak dari kafe di kota,” ucapnya bangga.

Baca juga  Muara Kaman Bangkitkan Pariwisata, Jejak Kerajaan Tertua Jadi Daya Tarik Utama

Selain pelatihan barista, Distransnaker juga menyelenggarakan pelatihan menjahit dan pembuatan pola.

Pelatihan ini dinilai memberi dampak signifikan, terutama bagi ibu rumah tangga yang ingin meningkatkan keterampilan sekaligus menambah penghasilan keluarga.

Roma berharap pelatihan ini dapat berkembang menjadi industri kecil yang lebih besar.

“Kami harap ke depan ada rumah produksi garmen untuk menopang industri kreatif di Kutai Timur,” tambahnya.

Baca juga  115 Off-Roader Ramaikan Overland 4x4 Blukar Idaman Season 4, Angkat Potensi Wisata dan UMKM Lokal

Menurutnya, peningkatan kualitas SDM adalah fondasi utama untuk mencetak produk lokal berdaya saing.

Dengan keterampilan yang tepat, masyarakat transmigrasi diharapkan mampu menghasilkan produk yang tidak hanya kompetitif di pasar lokal, tetapi juga berpotensi menembus pasar global.

Program pembinaan ini menunjukkan bahwa Distransnaker Kutim berkomitmen penuh membangun kemandirian masyarakat transmigran melalui penguatan keterampilan dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal. (ADV)

Bagikan: