Terobos Blank Spot, Disdukcapil Kutim Masifkan Jemput Bola Aktivasi IKD

Oleh redaksi

pada Senin, 10 November 2025

Kantor Disdukcapil Kabputen Kutai Timur

SANGATTA — Menghadapi rendahnya capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD), Disdukcapil Kutai Timur (Kutim) memilih strategi agresif.

Yakni, memaksimalkan program Jemput Bola Aktivasi IKD untuk menerobos wilayah blank spot dan menjangkau desa-desa terpencil.

Langkah ini menjadi upaya utama pemerintah daerah untuk mengakselerasi digitalisasi kependudukan yang selama ini terhambat kendala jaringan dan keterbatasan perangkat warga.

Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) menilai pendekatan konvensional tidak lagi memadai.

Dengan wilayah Kutim yang luas dan banyak desa tidak memiliki akses internet stabil, warga nyaris mustahil melakukan aktivasi IKD secara mandiri.

Baca juga  Dari Ruang Kelas ke Sungai Pedalaman, Lolita Buka Jalan Wisata Tabang hingga Mancanegara

Oleh karena itu, jemput bola menjadi solusi yang dianggap paling efektif dan cepat untuk mendorong peningkatan angka IKD.

Kepala Bidang PIAK Disdukcapil Kutim, Danar Takdir Suprayogi, menegaskan bahwa timnya kini turun langsung ke lapangan secara masif.

Mereka tidak hanya membawa layanan dasar adminduk, tetapi secara khusus membantu warga menginstal aplikasi, melakukan verifikasi biometrik, hingga mengaktifkan IKD di lokasi.

“Di banyak tempat warga tidak bisa aktivasi karena sinyal sangat lemah. Dengan jemput bola, kami bisa bantu langsung sampai IKD mereka aktif,” kata Danar pada Senin (10/11/2025).

Baca juga  Dispar Hadirkan Inovasi Baru, Platform Digital untuk Jelajahi Surga Wisata di Kukar

Ia menjelaskan bahwa setiap kegiatan jemput bola sekaligus menjadi sarana edukasi.

Banyak warga belum memahami manfaat IKD, sementara sejumlah instansi di Kutim masih meminta fotokopi KTP fisik.

Situasi ini membuat masyarakat ragu beralih ke digital karena merasa manfaatnya belum terasa nyata.

“Masyarakat sering bilang, kalau akhirnya diminta fotokopi KTP juga, untuk apa repot-repot pakai IKD. Karena itu semua lembaga publik harus satu suara dalam mendukung digitalisasi,” tegasnya.

Meski dihimpit tantangan teknis dan birokrasi, Danar memastikan komitmen jemput bola tidak akan berhenti.

Baca juga  Kegiatan Pramuka di Kecamatan Siap Bergeliat, Dispora Kukar Perkuat Pembinaan

Tim PIAK terus bergerak dari kecamatan ke kecamatan, sekolah, kantor desa, hingga wilayah terisolasi untuk memastikan layanan digital bisa diakses seluruh warga.

“Kami tahu target nasional masih jauh, tapi percepatan ini akan terus kami lakukan. Selama masyarakat membutuhkan, kami akan turun langsung,” ujarnya.

Dengan strategi ini, Disdukcapil Kutim berharap tren capaian IKD perlahan merangkak naik dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan digital semakin kuat.

Jemput bola kini menjadi harapan utama Kutim untuk keluar dari ketertinggalan implementasi KTP Digital. (ADV)

Bagikan: