SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Dinas Pertanahan terus mencari lokasi strategis untuk pembangunan sekolah baru di wilayah-wilayah dengan pertumbuhan penduduk pesat.
Akses dekat dari pemukiman menjadi prinsip utama, agar biaya transportasi pelajar tidak membebani keluarga.
Kepala Dinas Pertanahan Kutim, Simon Salombe, menegaskan bahwa lokasi sekolah harus mudah dijangkau siswa, terutama untuk jenjang pendidikan dasar yang mayoritas dihuni anak usia dini.
“Kalau lokasinya jauh, biaya anak sekolah jadi lebih mahal, jadi kita harus pastikan lokasinya dekat pemukiman,” ujar Simon, Selasa (2/12/2025).
Pengadaan lahan sekolah dimulai dari permohonan yang diajukan Dinas Pendidikan sebelum diteruskan kepada Bupati untuk disposisi.
Setelah mendapat persetujuan kepala daerah, barulah tim Pertanahan melakukan identifikasi dan survei lapangan.
Dalam proses survei, tim menilai sejumlah aspek krusial seperti topografi, kondisi akses jalan, potensi banjir, hingga jarak dari sekolah terdekat untuk menghindari penumpukan fasilitas pendidikan di satu titik.
“Supaya tidak terjadi penumpukan fasilitas di satu titik, lokasi harus benar-benar relevan,” jelas Simon.
Beberapa kecamatan berkembang seperti Sangatta Selatan, Bengalon, dan Rantau Pulung menjadi prioritas karena pertumbuhan penduduk yang cepat dan meningkatnya kebutuhan fasilitas pendidikan.
Meski permintaan pembangunan sekolah terus meningkat, ketersediaan lahan yang ideal sekaligus sesuai anggaran masih menjadi tantangan.
Beberapa lokasi memenuhi syarat fisik, namun harga lahan terlalu tinggi. Ada pula lahan yang terjangkau tetapi tidak layak secara teknis.
Dinas Pertanahan menegaskan bahwa proses pencarian lahan dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara kelayakan teknis dan efisiensi anggaran, agar pembangunan tidak membebani keuangan daerah.
Menurut Simon, koordinasi antara Dinas Pertanahan, Dinas Pendidikan, dan pemerintah kecamatan terus digencarkan agar pembangunan sekolah tidak tertunda.
Setiap lokasi yang muncul sebagai kandidat langsung dilakukan pengecekan administratif dan teknis untuk mempercepat penetapan lahan.
Dengan langkah ini, pemerintah memastikan bahwa pembangunan sekolah baru tidak hanya merespons pertumbuhan penduduk, tetapi juga tetap mempertimbangkan kemudahan akses dan pemerataan pendidikan.
Pemerintah berharap langkah percepatan ini mampu menjamin pendidikan yang lebih mudah diakses, murah, dan merata untuk seluruh warga Kutai Timur. (ADV)





