Langit Timur, Wisata Alam di Tenggarong Seberang yang Menawarkan Panorama Menawan

Oleh redaksi

pada Kamis, 8 Mei 2025

Keindahan panorama di Langit Timur (Istimewa)

TENGGARONG – Di sudut sunyi Desa Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berdiri sebuah destinasi yang mengedepankan keindahan sederhana Langit Timur. Tempat ini bukan hanya tempat berlibur, tetapi juga tempat kembali menyatu dengan alam di tengah ritme kehidupan yang padat.

Dengan lanskap danau alami yang tenang, hamparan pepohonan yang rindang, dan langit luas tanpa gangguan gedung pencakar langit. Langit Timur menawarkan konsep wisata privat terbuka yang kian diminati wisatawan lokal maupun luar daerah.

Berbeda dengan destinasi ramai pada umumnya, Langit Timur hadir sebagai tempat perlindungan dari kebisingan, cocok untuk keluarga, pasangan muda, hingga pekerja urban yang butuh jeda dari layar gawai.

Baca juga  Usai Aksi Demo, Bupati Aulia Bentuk Tim Khusus Tangani Konflik Lahan PT BDAM

“Fokus kami sejak awal adalah membangun tempat ini sebagai ruang teduh dan damai. Bukan sekadar wisata selfie, tapi tempat untuk merasa tenang,” kata Syafruddin Pernyata, pengelola sekaligus pemilik lahan yang membangun Langit Timur secara mandiri sejak 2022, pada Kamis (8/5/2025).

Dengan tiket masuk hanya Rp10 ribu pengunjung sudah bisa menikmati seluruh fasilitas yang tersedia. Mulai dari gazebo bambu, taman alami, kolam renang mini, hingga spot santai menghadap danau. Berenang gratis, bersantai sepuasnya, dan tak jarang, pengunjung juga datang hanya untuk duduk diam menikmati hembusan angin.

Baca juga  Desa Sumber Sari Jadi Magnet Baru Wisata Kukar, Loa Kulu Fokus Lestarikan Budaya dan Situs Bersejarah

Namun daya tarik sejati dari Langit Timur adalah panorama langitnya yang terbuka dari dua sisi waktu. Sunrise yang menyambut di timur, dan sunset yang tenggelam perlahan di balik siluet pepohonan. Tak heran jika destinasi ini kerap dijuluki warga sekitar sebagai “beranda dua matahari.”

Bagi para pencinta fotografi atau pembuat konten visual, Langit Timur menghadirkan danau reflektif, perahu wisata dengan tarif Rp120 ribu per grup. Pengunjung akan dipuaskan denhan sudut-sudut artistik yang menanti untuk dijadikan latar konten.

“Golden hour di sini luar biasa. Banyak pengunjung datang sore hari, hanya untuk mengejar cahaya terakhir dan memotret siluet perahu di danau,” ungkap Syafruddin.

Baca juga  Kantor Lurah Bukit Biru Rampung Direhabilitasi, Bupati Kukar Tekankan Transformasi Pelayanan

Tak hanya untuk kunjungan harian, Langit Timur juga membuka peluang kemah keluarga dan komunitas. Dengan area yang aman, bersih, dan minim polusi cahaya, banyak pengunjung menikmati malam di bawah langit berbintang sambil bercengkerama di pinggir danau.

Fasilitas umum seperti musala, toilet, kantin kuliner, hingga wahana anak sudah tersedia. Dan semua dikelola secara swadaya, menciptakan ekosistem wisata yang ramah pengunjung, namun tetap bersahaja.

“Bukan mewah, tapi bersih, nyaman, dan menyegarkan. Itu prinsip kami. Kami ingin Langit Timur jadi tempat healing yang bisa dijangkau siapa saja,” tegasnya. (Adv)

Bagikan: