URBANKALTIM.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) menghadirkan potret perjalanan panjang daerah melalui Pameran Kearsipan Tahun 2026.
Kegiatan ini menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk melihat langsung jejak sejarah Kukar dari masa ke masa.
Pameran tersebut digelar di Gedung Perpustakaan Umum Kukar dan dibuka langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Kamis (9/4/2026).
Selain pameran, kegiatan ini juga dirangkai dengan pemberian penghargaan kepada OPD dan pengelola arsip yang dinilai berprestasi.
Aulia menilai kegiatan ini memiliki nilai penting bagi pemerintah daerah.
Ia menyebut pameran tidak hanya sebagai ajang apresiasi, tetapi juga sarana memperkuat kesadaran akan pentingnya pengelolaan arsip.
“Pameran ini sekaligus pemberian penghargaan kepada OPD dan para pengelola arsip yang telah bekerja dengan baik dalam pengelolaan arsip,” ujarnya.
Menurut Aulia, arsip memiliki peran strategis sebagai bukti perjalanan sebuah daerah.
Arsip menjadi rujukan penting dalam memahami sejarah serta proses pembangunan yang telah dilalui.
Ia juga mengingatkan bahwa arsip harus dijaga dengan baik karena memiliki nilai autentik yang tidak tergantikan.
Tanpa arsip yang terkelola dengan baik, sejarah daerah bisa kehilangan pijakan.
“Arsip merupakan bukti otentik perjalanan suatu daerah yang harus dijaga dengan baik,” ujarnya.
Pameran ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.
Berbagai koleksi arsip ditampilkan agar publik dapat mengenal lebih dekat sejarah Kutai Kartanegara.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kukar, Ridha Dermawan, menjelaskan bahwa pameran dibagi dalam sejumlah zona tematik.
Setiap zona menggambarkan fase penting dalam perjalanan sejarah Kukar.
Mulai dari arsip masa kesultanan, kolonial, pembentukan otonomi daerah, hingga pembangunan modern, semuanya disusun secara sistematis.
Tidak hanya itu, perkembangan arsip digital juga turut ditampilkan dalam pameran ini.
Ia menyebutkan bahwa pengunjung juga dapat melihat arsip dalam bentuk visual seperti foto dan video dokumentasi masa lalu.
Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena menghadirkan pengalaman yang lebih hidup.
“Semua aktivitas yang terekam, baik tertulis, foto, maupun film, merupakan arsip yang memiliki nilai sejarah dan perlu kita jaga,” jelasnya.
Pameran ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari dan terbuka untuk masyarakat umum.
Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran publik terhadap pentingnya arsip.
“Mudah mudahan masyarakat bisa berkunjung untuk melihat perjalanan sejarah Kutai Kartanegara dari masa ke masa hingga sekarang,” pungkasnya. (UK)





