URBANKALTIM.COM – Majid Khademi, Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran atau IRGC, dilaporkan tewas dalam serangan udara yang diklaim dilakukan Israel. Serangan ini disebut terjadi di tengah konflik yang terus memanas antara Iran dan Israel.
Militer Israel menyatakan Khademi tewas dalam serangan semalam bersama seorang perwira tinggi lainnya. Operasi ini disebut menargetkan tokoh penting dalam struktur keamanan Iran.
Kematian Khademi menambah daftar panjang pejabat tinggi IRGC yang tewas sejak konflik pecah pada akhir Februari lalu. Sebelumnya, pendahulunya, Mohammad Kazemi, juga dilaporkan tewas dalam perang singkat Iran dan Israel pada 2025.
Selain Khademi, Israel juga mengklaim menewaskan Yazdan Mir yang dikenal dengan nama Sardar Bagheri. Ia disebut memimpin Unit 840, bagian dari pasukan Quds yang bergerak dalam operasi rahasia.
Militer Israel menilai Khademi sebagai salah satu komandan paling senior dengan pengalaman panjang di bidang intelijen dan kontra-spionase. Pernyataan itu disampaikan melalui akun resmi mereka di media sosial pada Senin (6/4/26).
Khademi diketahui baru menjabat sebagai kepala intelijen IRGC pada 2025. Ia menggantikan Mohammad Kazemi setelah kematiannya dalam konflik sebelumnya.
Sebelum itu, Khademi memimpin organisasi perlindungan intelijen IRGC sejak 2022. Lembaga ini bertugas melakukan pengawasan internal serta menangkal infiltrasi asing di dalam negeri.
Sepanjang kariernya, ia juga pernah menduduki sejumlah posisi penting di kementerian pertahanan Iran. Perannya dikenal kuat dalam menjaga stabilitas internal melalui operasi intelijen.
IRGC sendiri merupakan salah satu institusi paling berpengaruh di Iran. Unit intelijennya memiliki peran besar dalam pengawasan domestik serta menghadapi ancaman dari luar.
Pihak IRGC mengonfirmasi kematian Khademi dan menyebutnya sebagai sosok penting dalam struktur keamanan negara. Mereka juga menuding serangan tersebut sebagai aksi yang dilakukan oleh musuh. (UK)





