Raksasa Mobil Listrik BYD Kebakaran, Pabrik Shenzhen Diselimuti Asap

Oleh redaksi

pada Jumat, 17 April 2026

Pabrik BYD di Shenzhen terbakar dan diselimuti asap tebal (Istimewa)

URBANKALTIM.COM, SHENZHEN – Raksasa mobil listrik BYD dilaporkan mengalami kebakaran di salah satu fasilitas produksinya di Shenzhen, China. Insiden ini terjadi pada Selasa dini hari (14/4/2026) dan sempat memicu kepanikan setelah asap tebal terlihat membumbung tinggi dari area pabrik.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 02.48 waktu setempat di kawasan Pingshan, Shenzhen. Lokasi tersebut merupakan bagian dari kompleks industri BYD yang dikenal sebagai salah satu pusat produksi kendaraan listrik terbesar di dunia.

Api dilaporkan berasal dari struktur parkir bertingkat yang berada di dalam kompleks pabrik. Area tersebut digunakan untuk menyimpan kendaraan uji coba serta mobil bekas yang sudah tidak digunakan.

Baca juga  Borneo FC Panaskan Bursa Transfer, Marcos Astina Resmi Jadi Amunisi Baru

Sejumlah video yang beredar di media sosial China memperlihatkan kepulan asap pekat keluar dari bangunan tersebut. Visual ini langsung memicu kekhawatiran publik, mengingat lokasi kebakaran berada di fasilitas milik produsen kendaraan listrik global.

Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan begitu laporan diterima. Proses penanganan berlangsung cepat hingga api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat.

Baca juga  Berada di Pot 4 Piala Asia 2027, Indonesia Berpotensi Hadapi Tim Unggulan

Pihak BYD memastikan area yang terbakar bukan merupakan lini produksi utama kendaraan listrik mereka. Fasilitas tersebut hanya digunakan sebagai garasi parkir tiga dimensi.

Perusahaan menegaskan operasional utama tetap berjalan normal meski sempat terjadi insiden kebakaran. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa ini.

Insiden ini turut menarik perhatian luas karena melibatkan BYD sebagai salah satu pemain utama industri kendaraan listrik global. Perusahaan tersebut dikenal memiliki pertumbuhan pesat dalam penjualan, termasuk di pasar ekspor.

Baca juga  Iran Luncurkan Rudal ke Israel Tengah, Permukiman Rusak dan Enam Warga Terluka

Kebakaran di fasilitas penyimpanan kendaraan listrik juga memunculkan perhatian terhadap risiko yang mungkin timbul, terutama terkait penggunaan baterai lithium. Namun dalam kasus ini, belum ada bukti yang mengarah pada baterai sebagai penyebab utama.

Dampak insiden ini juga sempat terasa di pasar keuangan. Saham BYD di Hong Kong dilaporkan mengalami penurunan tipis setelah kabar kebakaran mencuat.

“Situasi sudah terkendali dan tidak berdampak pada operasional utama,” kata pihak BYD. (UK)

Bagikan: