URBANKALTIM.COM – Perubahan besar akan terjadi di Piala Dunia FIFA 2026. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, turnamen sepak bola terbesar ini akan diikuti 48 negara, meningkat dari sebelumnya 32 peserta.
Turnamen ini akan digelar di tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Skala yang semakin besar ini tidak hanya menambah jumlah pertandingan, tetapi juga mengubah peta persaingan secara signifikan.
Dalam format terbaru, 48 tim akan dibagi ke dalam 12 grup yang masing-masing berisi empat tim. Setiap tim akan memainkan tiga laga di fase grup.
Yang paling mencolok, jumlah tim yang lolos ke fase gugur bertambah menjadi 32 tim. Mereka terdiri dari 12 juara grup, 12 runner-up, serta delapan tim peringkat tiga terbaik.
Skema ini membuat peluang lolos tidak lagi hanya dimiliki tim-tim elite. Negara dengan kekuatan menengah bahkan tim yang selama ini dianggap “kuda hitam” kini memiliki jalur realistis untuk melangkah ke babak gugur.
Meski peluang terbuka lebar, persaingan justru diprediksi semakin ketat. Selisih poin yang tipis bisa menjadi penentu nasib sebuah tim di klasemen akhir.
Penentuan peringkat tidak hanya bergantung pada poin. Faktor lain seperti selisih gol, jumlah gol, hingga hasil pertemuan langsung akan menjadi pertimbangan utama.
Dalam situasi tertentu, aturan fair play hingga ranking FIFA juga bisa menjadi penentu akhir. Hal ini berpotensi menghadirkan drama hingga pertandingan terakhir di fase grup.
Fase grup dijadwalkan mulai pada Jumat, 12 Juni 2026 dini hari WIB. Sejumlah laga awal sudah menghadirkan pertandingan menarik dari berbagai negara peserta.
Turnamen akan berlangsung hingga final pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB. Dengan total 104 pertandingan, edisi ini menjadi Piala Dunia terpanjang dan terpadat sepanjang sejarah.
Padatnya jadwal tentu menjadi tantangan berat, terutama bagi pemain yang dituntut menjaga kondisi fisik dan konsistensi performa dalam waktu singkat.
“Artinya, peluang lolos semakin terbuka lebar.” (UK)





