TENGGARONG – Tren rokok linting manual semakin diminati masyarakat, terutama kalangan penikmat tembakau tradisional yang mencari cita rasa otentik. Menjawab kebutuhan itu, hadir usaha baru bernama Wildan Tembakau di Tenggarong, Kutai Kartanegara (Kukar), yang menawarkan berbagai varian tembakau dengan kualitas premium.
Pemilik usaha, Said, menjelaskan bahwa Wildan Tembakau menghadirkan banyak pilihan rasa sesuai tekstur dan jenis tembakau. Salah satu varian yang paling digemari adalah Tembakau LA Ice, yang dikenal halus dengan cita rasa khas.
“Kalau yang setengah ons Rp12 ribu, seonsnya Rp20 ribu. Kalau merek Queenbe, seonsnya Rp25 ribu. Ada juga yang 60 gram harganya Rp18 ribu,” terangnya.
Selain itu, ia menyarankan pelanggan mencoba tembakau varian kopi, yang memiliki tekstur lembut dengan aroma kopi yang kuat. Varian ini disebut mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi penikmat rokok linting.
Produk tembakau di Wildan Tembakau dibanderol dengan harga Rp18 ribu hingga Rp35 ribu per ons, tergantung jenis dan kualitasnya. Varian premium pun tersedia dengan harga tetap kompetitif, sehingga dapat menjangkau konsumen luas.
Said menegaskan bahwa seluruh produk tembakau yang dijual di tokonya berasal dari Pulau Jawa, yang dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau terbaik di Indonesia.
“Yang premiumnya pun sama, sudah ada pajaknya. Jadi terhitung sudah resmi dan terjamin karena sudah mengantongi bea cukai,” ujarnya.
Menurut Said, minat masyarakat terhadap tembakau linting manual terus tumbuh. Selain harga yang lebih terjangkau dibanding rokok pabrikan, konsumen mencari variasi rasa yang khas. Wildan Tembakau hadir untuk mengisi kebutuhan itu, menghadirkan cita rasa tradisional yang dikemas rapi.
“Kalau konsumen ingin mencoba sensasi berbeda, kami sarankan mencoba tembakau kopi. Teksturnya lembut dan aromanya khas, jadi punya pengalaman merokok yang unik,” tambahnya.
Said berharap usaha ini dapat berkembang lebih besar dengan dukungan berbagai pihak. Ia menilai pelaku UMKM seperti dirinya masih membutuhkan pendampingan dalam pengemasan, promosi digital, hingga akses permodalan agar usahanya bisa lebih stabil.
“Kalau UMKM tembakau seperti ini bisa difasilitasi, peluangnya besar. Karena pasarnya jelas ada,” pungkasnya. (Adv)





