Transformasi Digital UMKM Kukar Tak Sekadar Toko Online, Diskop UKM Bangun Ekosistem Berkelanjutan

Oleh redaksi

pada Rabu, 3 September 2025

Plt Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor (Urbankaltim)

TENGGARONG – Transformasi digital di Kutai Kartanegara (Kukar) kini dipahami lebih luas. Bukan sekadar membuka toko online atau membuat akun media sosial, melainkan membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan agar pelaku usaha kecil mampu bersaing dalam jangka panjang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menekankan banyak UMKM yang tergesa-gesa masuk ke platform digital tanpa perencanaan matang. Kondisi itu membuat usaha mereka hanya “ada di internet” tanpa bisa bertahan menghadapi persaingan.

Baca juga  Desa Keluhkan Tagihan Bulanan Program Internet Gratis, Diskominfo Kaltim Pastikan Hanya Miskomunikasi

“Kami ingin UMKM Kukar benar-benar menguasai strategi digital, mulai dari pemasaran, pengelolaan keuangan, hingga membaca tren konsumen. Jadi bukan sekadar formalitas,” ujarnya, Rabu (3/9/2025).

Untuk mencegah hal tersebut, Diskop UKM Kukar menjalankan program pendampingan. Pelaku usaha tidak hanya mendapat pelatihan teknis, tetapi juga diarahkan membangun jejaring bisnis yang lebih luas.

Lewat program ini, UMKM dijembatani dengan marketplace besar, penyedia logistik, hingga lembaga keuangan berbasis digital. Cara ini diyakini mampu memperluas akses pasar sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Baca juga  Festival Burung Berkicau Bupati Kukar Cup 2025, dari Silaturahmi Komunitas hingga Geliat Ekonomi UMKM

Pendekatannya bersifat berjenjang. UMKM pemula dibimbing dari tahap dasar seperti membuat katalog produk digital. Sementara pelaku usaha yang sudah mapan mendapatkan materi lanjutan, mulai strategi kolaborasi, pengembangan brand, hingga analisis data penjualan.

“Setiap peserta bahkan diberi ruang untuk mempresentasikan perkembangan usahanya agar mendapat masukan langsung dari mentor,” jelas Thaufiq.

Ia menambahkan, tantangan terbesar terletak pada perubahan pola pikir pelaku usaha. Kini, banyak yang mulai meninggalkan transaksi tunai, beralih ke pembayaran digital, hingga membangun jaringan reseller online.

Adaptasi tersebut menunjukkan bahwa ekosistem digital di Kukar mulai terbentuk secara alami. Bukan sekadar program instan, tetapi tumbuh dari kebiasaan baru para pelaku usaha.

Baca juga  Dinsos Kukar Dorong Penguatan Infrastruktur Ramah Disabilitas di Ruang Publik

Diskop UKM Kukar optimistis, semakin banyak UMKM yang berdaya di ruang digital, maka perputaran ekonomi lokal akan semakin besar. Dampaknya dirasakan langsung oleh pelaku usaha maupun masyarakat secara luas.

“Kalau UMKM kita kuat di ekosistem digital, otomatis mereka bisa menembus pasar lebih luas, menciptakan lapangan kerja baru, dan berkontribusi pada rantai pasok ekonomi digital nasional,” tegasnya. (Adv)

Bagikan: