TENGGARONG – Aula Dinas Sosial (Dinsos) Kutai Kartanegara (Kukar), Kamis (7/8/2025) om dipenuhi keceriaan. Puluhan penyandang disabilitas yang tergabung dalam Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kukar tampak bersemangat mengikuti pelatihan kewirausahaan.
Pelatihan ini menjadi istimewa karena dihadiri langsung oleh Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, yang tampil sebagai narasumber. Dengan gaya komunikatif dan penuh gurauan, ia mampu mencairkan suasana sekaligus memberikan motivasi kepada peserta.
“Saya apresiasi Dinsos inisiator kegiatan pelatihan kewirausahaan bagi kawan-kawan penyandang disabilitas dengan program BERDIKARI yaitu pemBERdayaan DIsabilitas melalui KolAboRasi dan Inklusi,” ujar Thaufiq.
Tak sekadar memberikan materi, Thaufiq menyapa satu per satu peserta. Ia menanyakan usaha apa yang sedang dijalani, apakah baru memulai atau sudah menekuni bisnis secara serius, lalu memberikan saran agar mereka lebih percaya diri mengembangkan usahanya.
“Masyarakat yang dianggap memiliki keterbatasan. Tapi sebenarnya mereka ini punya keunggulan yang tidak kalah daripada yang tidak disabilitas. Nah, kesempatan mereka untuk menjadi pelaku UMKM itu sama. Sama besarnya kemudian malah bisa ada keunggulan yang mereka miliki untuk dikembangkan,” terangnya.
Pelatihan ini semakin inklusif karena pengurus PPDI Kukar ikut mendampingi untuk menerjemahkan materi kepada peserta tuna rungu dan tuna wicara. Hal ini membuat semua peserta dapat mengikuti jalannya pelatihan dengan nyaman.
Menurut Thaufiq, sebagian peserta sudah memiliki usaha, sementara lainnya masih sebatas menjalankan aktivitas produktif. “Jadi pemerintah dalam hal ini dinas sosial menginisiasi untuk mereka ini dilatih menjadi wira usaha. Sudah saya dalami mereka ini umumnya sudah ada yang memiliki usaha, namun ada juga yang belum memiliki usaha. Tapi kalau aktivitas mereka ini ada, aktivitasnya ada tapi yang untuk dijadikan usaha itu ada yang sudah ada juga ada yang belum,” jelasnya.
Pelatihan ini diharapkan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun keyakinan bahwa penyandang disabilitas bisa mandiri secara ekonomi. Melalui program BERDIKARI, mereka diberi ruang untuk tumbuh sebagai wirausaha tangguh yang mampu bersaing. (Adv)





