Tak Ada Alasan Sekolah Mahal, Bupati Kutim Pastikan Perlengkapan Gratis Terus Dilanjutkan

Oleh redaksi

pada Rabu, 26 November 2025

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman (Istimewa)

SANGATTA –  Pemerintah Kabupaten Kutai Timur kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap anak dapat bersekolah tanpa terkendala masalah biaya.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa program penyediaan perlengkapan sekolah gratis, mulai dari seragam, tas, hingga buku—akan terus dilanjutkan sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap pemenuhan hak pendidikan anak.

Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal dari bangku sekolah hanya karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Menurut Ardiansyah, penyediaan perlengkapan sekolah gratis bukan sekadar program bantuan, tetapi merupakan kewajiban pemerintah untuk menjamin akses pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak Kutai Timur.

Baca juga  Satpol PP Kukar Gelar Razia Ramadan, Pastikan Kegiatan Hiburan dan Pedagang Tertib Selama Puasa

“Kita bantu seragam tas dan buku agar tidak ada alasan sekolah itu mahal dan orang tua tidak boleh menganggap biaya sekolah sebagai beban,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa hambatan ekonomi sering kali menjadi penyebab utama anak tidak bersekolah, terutama pada tahap awal masuk pendidikan. Program perlengkapan gratis memungkinkan keluarga berpenghasilan rendah tetap menyekolahkan anak tanpa harus khawatir mengenai biaya seragam atau kebutuhan belajar lainnya.

Ardiansyah juga mengingatkan bahwa pendidikan adalah hak dasar warga negara. Karena itu, pemerintah wajib hadir memastikan tidak ada diskriminasi berdasarkan latar belakang ekonomi, sosial, maupun geografis.

Baca juga  Dispora Kukar Jadikan Gowes Santai sebagai Gerakan Opahraga Kolektif di Ruang Publik

Ia menambahkan bahwa kebijakan seragam dan perlengkapan gratis telah berlangsung sejak periode sebelumnya dan terbukti membawa dampak signifikan dalam menekan angka anak tidak sekolah. Program tersebut harus dijaga konsistensinya karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Ardiansyah meminta ketua RT dan pihak sekolah melakukan pendataan secara akurat. Pengawasan berlapis diperlukan agar bantuan benar-benar diterima oleh anak-anak dari keluarga yang membutuhkan.

Selain menyelesaikan hambatan ekonomi, Bupati juga menyoroti dampak psikologis dari program ini. Seragam dan perlengkapan yang layak disebut dapat meningkatkan rasa percaya diri anak saat belajar, sekaligus mengurangi kesenjangan sosial di lingkungan sekolah.

Baca juga  Pemkab Kukar Hitung Sumber Anggaran PSU, Efisiensi Jadi Opsi Utama

Menurutnya, anak yang datang ke sekolah dengan perlengkapan memadai cenderung lebih termotivasi, lebih siap belajar, dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan kelas. Faktor ini turut mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kutai Timur.

Ardiansyah menegaskan bahwa keberlanjutan program perlengkapan gratis merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat pemerataan pendidikan. Ia menilai bahwa investasi pada pendidikan anak hari ini adalah fondasi bagi kemajuan daerah di masa depan.

“Ini bukan soal bantuan lagi, tetapi komitmen pemerintah memastikan setiap anak belajar tanpa hambatan,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: