SANGATTA — Dinas Pertanahan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus meningkatkan kualitas survei lokasi untuk berbagai kebutuhan pembangunan dengan menerapkan pemetaan digital berstandar geodetik.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh data verifikasi lahan lebih akurat, detail, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Kepala Dinas Pertanahan Kutim, Simon Salombe, menegaskan bahwa penggunaan teknologi pemetaan modern kini menjadi standar wajib sebelum proses pembebasan lahan dilakukan.
“Kalau hanya mengandalkan peta lama, rawan terjadi ketidaksesuaian data, jadi kita lakukan pengukuran ulang di lapangan,” ujarnya.
Dalam setiap survei, tim membawa GPS geodetik untuk menentukan titik koordinat secara presisi.
Data lapangan kemudian dicocokkan dengan peta administrasi daerah untuk memastikan tidak ada tumpang tindih batas lahan.
“Setelah itu kita sinkronkan dengan dokumen permohonan supaya tidak terjadi kesalahan penetapan lokasi,” kata Simon.
Penerapan metode digital ini membuat identifikasi batas tanah, kepemilikan, dan akses lokasi menjadi lebih cepat dan akurat.
Menurut Simon, survei konvensional yang dulu mengandalkan peta cetak sering menimbulkan perbedaan data antara lapangan dan dokumen.
Pemetaan digital memungkinkan tim mengukur ulang seluruh batas bidang tanah secara presisi, sehingga meminimalkan risiko sengketa lahan maupun klaim sepihak.
Metode ini memang membutuhkan waktu lebih lama dibanding survei biasa, namun hasilnya jauh lebih dapat diandalkan.
“Kita tidak ingin nanti pembangunan terhambat karena ada kesalahan batas lahan yang seharusnya bisa dicegah dengan survei yang benar,” ujarnya.
Simon menegaskan bahwa seluruh OPD harus memahami bahwa survei lapangan merupakan langkah wajib sebelum proses pengadaan tanah dilanjutkan.
Tanpa survei yang akurat, pembangunan berpotensi bermasalah di kemudian hari.
Dinas Pertanahan juga terus memperbarui metode pemetaan dan penyimpanan data untuk membangun database digital yang lebih modern.
Dengan peningkatan kualitas survei, pemerintah Kutai Timur memproyeksikan pembangunan yang lebih tertib, efisien, dan bebas dari hambatan sengketa.
Data pemetaan geodetik menjadi fondasi penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana, baik pembangunan sekolah, fasilitas umum, kantor pemerintahan, hingga infrastruktur strategis lainnya.
“Kami ingin setiap pembangunan tepat lokasi dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegas Simon. (ADV)





