Kue Putu Belanda, Jajan Tradisonal Dengan Sentuhan Moderen yang Digemari Konsumen

Oleh redaksi

pada Sabtu, 6 September 2025

Kue Putu Belanda (Istimewa)

TENGGARONG – Inovasi kuliner lokal terus bermunculan dari pelaku UMKM di Kutai Kartanegara (Kukar). Salah satunya datang dari Kedai Putbel di Tenggarong yang menghadirkan olahan khas bernama putu belanda. Kue ini berhasil memikat pelanggan dari berbagai kalangan berkat cita rasa unik dan variasi topping kekinian.

Pemilik Kedai Putbel, Ulfa mengungkapkan bahwa usaha ini telah ia jalani sejak 2022. Menurutnya, hampir semua orang menyukai kue putu belanda karena teksturnya yang lembut, mirip dengan kue putu pada umumnya, namun dengan sentuhan modern.

Baca juga  TKBM Karya Sejahtera Buka Fakta Mengejutkan Soal Persaingan Pelabuhan

“Putu belanda sendiri ada yang varian original, kismis, keju dan buah-buahan,” bebernya saat diwawancarai awak media Berita Alternatif pada Sabtu (6/9/2025).

Keistimewaan putu belanda buatan Ulfa terletak pada bahan-bahan premium yang digunakan, mulai dari tepung terigu, telur, susu, hingga pelengkap lainnya. Semua diracik agar menghasilkan adonan yang mengembang sempurna.

“Dengan begitu kualitas rasa yang dihasilkan berbeda dengan putu belanda pada umumnya. Kalau punya kita rasa dan teksturnya pas,” terang dia.

Baca juga  Sumber Rejo Bidik Transformasi Lahan Eks Tambang Jadi Wisata Air dan Perkebunan Rakyat

Selain itu, harga yang ditawarkan juga terjangkau, mulai Rp 2.500 hingga Rp 4.000 per potong. Kombinasi rasa khas dan harga ramah kantong membuat kue ini cepat digemari.

Ulfa menuturkan, permintaan putu belanda meningkat pesat terutama di bulan Ramadan. Setiap hari ia mampu memproduksi hingga 120 potong kue, dan semuanya selalu ludes terjual. Penjualannya tidak hanya datang dari pelanggan yang membeli langsung, tetapi juga dari pemesanan online yang terus bertambah.

Baca juga  Tumpang Tindih Pengelolaan Tanah, Camat Sangatta Selatan Minta Desa dan TAPS Bergerak Cepat

“Sehari itu bisa bikin 120 putu belanda dan alhamdulillah semuanya habis tidak tersisa,” imbuhnya.

Bagi Ulfa, Kedai Putbel bukan hanya tentang mempertahankan tradisi kuliner, tetapi juga menghadirkan inovasi agar tetap relevan dengan selera masa kini. Ia berharap usahanya bisa terus berkembang dan menghadirkan lebih banyak produk baru.

“Semoga bisa terus berkembang usahanya dan makin sukses kedepannya,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan: