TENGGARONG – Pemerintah Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak memperkuat ekosistem olahraga desa sebagai strategi melahirkan bibit-bibit atlet potensial. Tak hanya mengirim perwakilan ke turnamen besar, kecamatan juga mulai menata kembali dukungan fasilitas dan kelembagaan olahraga di tingkat desa.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Kembang Janggut, Suhartono, menegaskan pihaknya konsisten mendorong pemuda desa berpartisipasi pada berbagai ajang kompetisi tingkat kabupaten, termasuk turnamen bergengsi Bupati Cup.
“Selama ini apabila ada event-event besar seperti Bupati Cup, baik U-20 maupun putra dan putri, kami selalu mengirimkan peserta. Semua desa diberi kesempatan mengirim perwakilannya untuk mengikuti ajang tersebut,” ujarnya.
Selain partisipasi, kecamatan turut memperkuat sarana olahraga dengan menyediakan lapangan voli yang dikelola bersama karang taruna, pemuda, serta masyarakat setempat. Langkah ini dilakukan agar lapangan tersebut dapat dimanfaatkan secara rutin untuk pertandingan maupun aktivitas kepemudaan.
“Kami men-support bantuan-bantuan seperti peralatan sepak bola, bola, rompi, dan perlengkapan lainnya untuk anak-anak yang bermain bola. Itu yang selama ini kami berikan untuk adik-adik kita di Kecamatan Kembang Janggut,” jelas Suhartono.
Tantangan utama yang saat ini dihadapi adalah belum aktifnya Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK). Selama dua hingga tiga tahun terakhir, tidak adanya pengurus baru membuat pembinaan olahraga berjalan timpang dan cenderung hanya fokus pada sepak bola.
Suhartono menilai revitalisasi KOK adalah langkah strategis untuk menghidupkan kembali cabang olahraga lain seperti voli, bulu tangkis, maupun tenis meja.
“Kami berharap KOK dapat disusun ulang pengurusnya. Sudah sekitar dua hingga tiga tahun belum terbentuk kembali. Akibatnya, pembinaan olahraga di tingkat kecamatan kurang maksimal,” terangnya.
Di tingkat kabupaten, Kepala Dispora Kutai Kartanegara, Aji Ali Husni, menegaskan pihaknya siap mendukung penuh upaya pengembangan olahraga dari kecamatan hingga desa dan kelurahan.
“Support dan bantuan untuk pengembangan olahraga di kecamatan sampai desa dan kelurahan pasti bisa kami akomodasi. Walaupun bantuannya tidak banyak, setidaknya dapat membantu masyarakat agar tetap bisa berolahraga,” ujar Ali.
Ia juga membuka peluang bagi masyarakat dan pemerintah kecamatan untuk mengusulkan kebutuhan sarana dan prasarana olahraga secara langsung ke Dispora.
“Kami siap membantu bagi masyarakat yang mengusulkan bantuan ke Dispora Kukar,” tegasnya. (Adv)





