SANGATTA – Upaya meningkatkan pelayanan kesehatan dasar bagi ibu, balita, dan lansia di Sangatta Selatan kembali menjadi perhatian serius pemerintah kecamatan.
Di tengah tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan terdekat, sejumlah posyandu di wilayah ini masih beroperasi tanpa bangunan permanen dan minim fasilitas pendukung.
Kondisi tersebut dinilai menghambat efektivitas pelayanan dan turut memengaruhi partisipasi warga dalam kegiatan kesehatan rutin.
Menyadari hal ini, pemerintah kecamatan mendorong percepatan pembenahan infrastruktur posyandu agar layanan kesehatan dasar dapat terselenggara dengan lebih optimal dan nyaman bagi masyarakat.
Plt. Camat Sangatta Selatan, Rusmiati, mengatakan bahwa masih banyak posyandu yang belum memiliki bangunan sendiri.
Sebagian posyandu terpaksa menumpang di balai desa, ruang serbaguna, atau bahkan rumah warga.
Menurutnya, kondisi tersebut kurang ideal untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi para ibu yang membawa bayi dan balita, dalam wawancaranya pada Kamis (13/11/2025).
“Kalau tempatnya tidak nyaman, ibu-ibu jadi malas ke posyandu, kita harus perbaiki ini supaya layanan benar-benar bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Ia menilai bahwa kualitas bangunan posyandu berpengaruh langsung terhadap tingkat kunjungan masyarakat.
Ruang pelayanan yang panas, sempit, atau tidak tertata rapi dapat membuat ibu enggan membawa anak mereka secara rutin.
Selain bangunan utama, Rusmiati menyoroti pentingnya perbaikan ruang tunggu, tempat penimbangan, dan ruang konsultasi.
Menurutnya, fasilitas yang tertata baik akan meningkatkan kenyamanan sekaligus memperkuat mutu pelayanan kesehatan dasar.
“Posyandu bukan hanya tempat timbang balita, tetapi pusat layanan kesehatan keluarga, lingkungannya harus tertata, bersih, dan ramah bagi anak-anak,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa beberapa posyandu masih menggunakan peralatan lama, termasuk alat timbang balita yang sudah berusia puluhan tahun dan tidak lagi menjamin akurasi data.
“Saya lihat sendiri ada alat timbang yang sudah sangat tua, ini harus segera diganti agar data kesehatan balita lebih akurat,” tegasnya.
Rusmiati menjelaskan bahwa pembenahan posyandu merupakan bagian dari strategi besar pemerintah dalam menekan angka stunting dan memperkuat layanan kesehatan ibu hamil, balita, hingga lansia.
Posyandu disebutnya sebagai garda terdepan pencegahan stunting karena menjadi tempat pertama pemantauan tumbuh kembang anak.
“Posyandu adalah pintu pertama pencegahan stunting, semakin baik fasilitasnya, semakin kuat ketahanan kesehatan keluarga,” tuturnya.
Pemerintah kecamatan telah mengajukan usulan pembangunan dan revitalisasi posyandu kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur melalui Dinas Kesehatan.
Saat ini, mereka menunggu tindak lanjut agar beberapa posyandu yang sangat membutuhkan perbaikan dapat segera mendapat prioritas.
Selain mendorong pemerintah daerah, Rusmiati juga mengajak masyarakat untuk tetap aktif datang ke posyandu meski fasilitas belum sepenuhnya ideal.
Ia menilai keberhasilan program kesehatan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga pada partisipasi masyarakat.
“Ini tanggung jawab bersama, masyarakat juga perlu menunjukkan partisipasi agar program kesehatan berjalan maksimal,” pungkasnya. (Adv)





