Urbankaltim.com, TENGGARONG – Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Kutai Kartanegara (Kukar) menunjukkan tren membaik sepanjang 2025.
Berdasarkan rilis akhir tahun Polres Kukar, total tindak pidana yang ditangani mengalami penurunan hingga 6 persen.
Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar menyampaikan, sepanjang 2025 tercatat 656 kasus tindak pidana.
Angka tersebut turun 42 kasus atau sekitar 6 persen dibandingkan 2024 yang mencapai 698 kasus.
Penurunan kriminalitas ini tidak terlepas dari keberhasilan Polres Kukar dalam menekan peredaran narkotika.
Sepanjang 2025, jumlah kasus narkoba tercatat sebanyak 211 perkara, turun dari 266 kasus pada tahun sebelumnya atau menurun sekitar 20 persen.
Penurunan juga terjadi pada jumlah tersangka, baik laki-laki maupun perempuan.
“Data mencatat, sepanjang 2025 terdapat 211 kasus narkotika, turun dari 266 kasus pada 2024. Penurunan juga terjadi pada jumlah tersangka,” ujar AKBP Khairul Basyar dalam rilis akhir tahun, Rabu (31/12/2025).
Meski jumlah perkara menurun, aparat justru berhasil mengungkap kasus dengan skala lebih besar.
Barang bukti narkotika yang diamankan sepanjang 2025 mengalami peningkatan tajam, yakni lebih dari 2,3 kilogram sabu-sabu, sekitar 1,6 kilogram ganja, serta ribuan butir obat keras berbahaya.
Capaian tersebut menunjukkan perubahan pola penindakan, dari pengungkapan kasus kecil ke jaringan peredaran narkoba yang lebih besar dan terorganisir.
Strategi penegakan hukum berbasis intelijen dinilai efektif dalam memutus jalur distribusi narkotika di wilayah Kukar.
Selain narkotika, kejahatan transnasional juga mengalami penurunan lebih dari 20 persen.
Sementara kejahatan konvensional relatif stabil, dan perkara yang berkaitan dengan kekayaan negara masih dalam kondisi terkendali meski mengalami sedikit kenaikan.
Di sektor lalu lintas, Polres Kukar mencatat tren positif. Angka kecelakaan lalu lintas turun dari 99 kasus pada 2024 menjadi 93 kasus di 2025.
Jumlah korban meninggal dunia berkurang signifikan dari 16 orang menjadi 9 orang. Kerugian materiil akibat kecelakaan pun menurun drastis hingga lebih dari Rp12 miliar.
Meski demikian, penegakan hukum lalu lintas justru ditingkatkan. Jumlah tilang naik sekitar 12 persen, sementara jumlah teguran menurun, sebagai bentuk peningkatan ketegasan aparat demi keselamatan pengguna jalan.
Dari sisi internal, Polres Kukar masih menghadapi keterbatasan personel. Dari kebutuhan ideal 1.489 personel, jumlah riil yang tersedia baru mencapai 819 personel atau sekitar 55 persen.
Namun, kinerja tetap dijaga melalui optimalisasi tugas dan peningkatan profesionalisme.
“Sepanjang 2025, jumlah personel yang menerima penghargaan meningkat dari 52 menjadi 57 orang, sementara pelanggaran disiplin anggota justru menurun,” tambahnya.
Selain penegakan hukum, Polres Kukar juga terus mengembangkan inovasi pelayanan publik.
Mulai dari Warung Berkah, Gerai Kesehatan, layanan pelacakan BPKB daring Pantau BPKB Etam, pengisian formulir SIM online, hingga penerbitan SIM khusus bagi penyandang disabilitas tunarungu.
Dengan capaian tersebut, Polres Kukar menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kamtibmas, menekan angka kriminalitas, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat sepanjang tahun-tahun mendatang. (UK)





