URBANKALTIM.COM – TENGGARONG Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Rendi Solihin, melakukan inspeksi mendadak di Tangga Arung Square, Senin (30/3/26).
Sidak ini didampingi pihak Kejaksaan Negeri Kukar untuk merespons keresahan pedagang terkait isu pungutan liar dan ketidakjelasan status penyewaan kios.
Rendi menegaskan fokus utama sidak adalah memastikan tata kelola Pendapatan Asli Daerah dan urusan sewa-menyewa kios berjalan sesuai aturan.
Ia menyoroti masih banyak kios yang tutup, padahal pasar baru ini mulai dibangkitkan kembali.
“Kami ingin memastikan seluruh flow atau aliran kegiatan di dalam Tangga Arung Square ini sudah berjalan dengan baik dan benar. Isu yang beredar di luar sangat banyak dan meresahkan pedagang sekaligus masyarakat,” ungkap Rendi.
Selain kios tutup, Rendi menemukan praktik menaikkan harga sewa oleh oknum pihak ketiga.
Beberapa pedagang disebut dipaksa membayar Rp20 juta hingga Rp30 juta per tahun, padahal pemerintah tidak mengizinkan sewa antar-pedagang.
“Alasannya pemiliknya memang tidak berjualan lagi, tapi tetap mau punya kios karena berpikiran seperti dulu tradisinya bisa disewakan. Kami memastikan tidak boleh ada sewa-menyewa di sini,” tegas Rendi.
Ia mendorong pedagang untuk berani melapor jika menemukan praktik serupa agar izin kios oknum bisa dicabut dan penataan berjalan adil.
Berdasarkan data terakhir, dari 703 kios, baru 403 kios atau sekitar 60 persen yang beroperasi.
Lebih dari 300 pedagang asli Tenggarong masih menunggu kesempatan berjualan.
Rendi memberikan peringatan keras kepada pemilik kios yang masih tutup.
Jika teguran terakhir diabaikan, pemerintah akan mengeksekusi pengalihan hak kios ke pedagang waiting list.
“Kita harus buktikan kita bisa eksekusi. Ketika memang tidak ada niat untuk buka, kita kasihkan ke yang lain. Kasihan mereka pedagang waiting list sudah siap berdagang tapi tidak punya tempat, sedangkan ada kios kita yang masih tutup,” tambah Rendi.
Partisipasi Kejari dalam sidak dimaksudkan untuk memastikan transparansi manajemen keuangan.
Hal ini juga untuk memulihkan Tangga Arung Square sebagai penggerak utama ekonomi keluarga di Kukar setelah beberapa tahun vakum.
“Pemerintah Kukar berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan guna memastikan kebangkitan ekonomi di Kutai Kartanegara berjalan dengan adil dan bebas dari praktik ilegal,” tutup Rendi. (UK)





