TNI Jadi Korban Konflik Israel Hezbollah, Tiga Prajurit Gugur di Lebanon

Oleh redaksi

pada Kamis, 2 April 2026

TNS tewas di Lebanon saat misi damai PBB. (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – TNI menjadi korban dalam konflik Israel dan Hezbollah di Lebanon. Tiga prajurit Pasukan Garuda dilaporkan gugur saat menjalankan misi perdamaian PBB dalam dua insiden berbeda di wilayah selatan.

Insiden pertama terjadi pada Minggu (30/3/26). Seorang prajurit TNI tewas setelah sebuah proyektil menghantam posisi mereka di Adchit Al Qusayr.

Keesokan harinya, Senin (31/3/26), dua prajurit lainnya meninggal dunia. Kendaraan yang mereka tumpangi hancur akibat ledakan di dekat Bani Hayyan.

Baca juga  Panglima TNI Kenang Dedikasi Mayor Zulmi yang Gugur di Lebanon

PBB melalui UNIFIL memastikan kedua kejadian itu sedang dalam penyelidikan. Ledakan yang menewaskan dua prajurit diduga berasal dari bom rakitan atau IED di jalur patroli.

Juru bicara Sekjen PBB menjelaskan indikasi awal mengarah pada bahan peledak yang menghantam konvoi. Sementara insiden sehari sebelumnya diduga berasal dari proyektil yang jatuh di posisi pasukan.

“Kemungkinan besar penyebabnya adalah IED,” kata Stéphane Dujarric.

Baca juga  Usai Gencatan Senjata Lebanon-Israel, Selat Hormuz Kembali Dibuka

Peristiwa ini terjadi saat konflik antara Israel dan Hezbollah kembali meningkat. Militer Israel sebelumnya mengumumkan peningkatan serangan darat dan udara di Lebanon selatan.

Di sisi lain, Hezbollah disebut meluncurkan roket ke wilayah Israel sebagai balasan atas serangan yang berkaitan dengan konflik di kawasan Timur Tengah.

Militer Israel membantah keterlibatan dalam ledakan yang menewaskan prajurit TNI. Mereka menyatakan tidak ada pasukan maupun aktivitas militer di lokasi kejadian.

Baca juga  Trump Umumkan Gencatan Senjata AS-Iran Selama 2 Pekan, Ini Syaratnya

UNIFIL menegaskan para korban adalah bagian dari misi perdamaian internasional. Mereka bertugas menjaga stabilitas di perbatasan Lebanon dan Israel.

Sejak dibentuk pada 1978, ratusan personel penjaga perdamaian telah gugur dalam menjalankan tugasnya di wilayah tersebut.

Dujarric menegaskan pentingnya perlindungan terhadap pasukan PBB di tengah konflik yang terus berlangsung. “Mereka adalah tentara yang dikirim ke sana atas nama komunitas internasional.,” ujar Dujarric. (UK)

Bagikan: