URBANKALTIM.COM – Iran tengah meninjau proposal baru dari Amerika Serikat di tengah kebijakan penutupan Selat Hormuz yang masih berlangsung. Langkah ini menunjukkan diplomasi tetap berjalan meski tekanan di lapangan belum mereda.
Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menyatakan proposal tersebut diterima dalam beberapa hari terakhir. Namun hingga kini, Teheran belum memberikan tanggapan resmi atas tawaran tersebut.
Proposal baru itu disebut diajukan melalui perantara Pakistan. Negara tersebut berperan sebagai mediator utama dalam komunikasi antara Iran dan AS.
Iran menegaskan bahwa proses peninjauan masih berlangsung. Sementara itu, delegasi negosiasi tetap berpegang pada prinsip untuk tidak mengalah dalam pembahasan.
“Dalam beberapa hari terakhir, proposal baru telah diajukan oleh Amerika, yang saat ini sedang ditinjau oleh Republik Islam Iran dan belum ditanggapi,” demikian pernyataan Dewan Keamanan Nasional Iran, Minggu (19/4/2026).
Sikap tegas juga ditegaskan dalam proses negosiasi. Iran menyatakan tidak akan memberikan kompromi yang merugikan kepentingan nasionalnya.
“Delegasi negosiasi Iran tidak akan membuat kompromi, mundur, atau kelonggaran sekecil apa pun,” lanjut pernyataan tersebut.
Di tengah proses diplomasi, Iran tetap memperketat kontrol di Selat Hormuz. Kebijakan ini dilakukan sebagai respons terhadap blokade laut yang diberlakukan AS.
Teheran bahkan menegaskan pengawasan terhadap jalur tersebut akan terus dilakukan hingga konflik benar-benar berakhir. Langkah ini membuat kemungkinan pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi terbatas.
“Iran bertekad untuk menegakkan pengawasan dan kontrol atas lalu lintas melalui Selat Hormuz hingga perang berakhir secara definitif,” tegas pernyataan itu. (UK)





