URBANKALTIM.COM, Yogyakarta- TNI tewas di Lebanon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga. Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu kepulangan jenazah dari wilayah konflik tersebut.
Salah satu prajurit yang gugur adalah Farizal Rhomadhon. Ia meninggal dalam insiden serangan di Lebanon selatan saat menjalankan misi perdamaian PBB.
Kabar duka itu menyelimuti keluarga di Yogyakarta. Hingga Rabu (1/4/26), jenazah Farizal belum juga dipulangkan ke Indonesia.
Suasana haru terlihat di rumah duka. Keluarga dan kerabat berkumpul untuk mendoakan almarhum meski jasadnya belum tiba.
Paman Farizal, Sumijan, mengenang sosok keponakannya sebagai pribadi yang sederhana dan pekerja keras. Ia juga menceritakan kehidupan Farizal sebelum menjadi prajurit.
“Farizal itu anak yang patuh,” kata Sumijan.
Sebelum bergabung dengan TNI, Farizal disebut sempat berjualan burung. Ia dikenal disiplin dan memiliki tekad kuat dalam bekerja.
“Dia sangat disiplin,” ujar dia.
Kematian Farizal menjadi bagian dari rangkaian insiden yang menewaskan tiga prajurit TNI di Lebanon. Peristiwa itu terjadi dalam dua kejadian berbeda dalam kurun waktu 24 jam.
Pemerintah Indonesia telah meminta penyelidikan menyeluruh kepada PBB. Langkah itu diambil untuk memastikan penyebab pasti kematian para prajurit.
Perwakilan Indonesia di PBB, Umar Hadi, menegaskan pentingnya investigasi langsung. Ia menilai penjelasan yang ada belum cukup.
“Kami menuntut penyelidikan langsung,” kata Umar Hadi. (UK)





