Austria Tolak Overflight Militer AS, Tegaskan Sikap Netral dalam Perang Iran

Oleh redaksi

pada Jumat, 3 April 2026

Ilustrasi pesawat tempur. (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Austria menolak permintaan Amerika Serikat untuk melintasi wilayah udaranya dalam operasi militer terkait perang Iran.

Keputusan itu diambil sejak awal konflik dan disebut sebagai bagian dari komitmen Austria menjaga status netral yang telah dipegang sejak lama.

Juru bicara kementerian pertahanan Austria Michael Bauer menegaskan setiap permintaan yang berkaitan dengan negara yang sedang berperang akan ditolak.

Baca juga  Blokade Selat Hormuz Dimulai, Amerika Serikat Siap Hancurkan Kapal Iran

Ia menjelaskan kebijakan tersebut berlaku konsisten tanpa pengecualian.

“Memang ada permintaan, dan permintaan tersebut ditolak sejak awal,” kata Bauer, Jumat (3/4/26).

Austria diketahui telah mengadopsi kebijakan netralitas sejak 1955.

Negara ini berada di tengah kawasan Eropa yang mayoritas merupakan anggota NATO.

Selain Austria, Swiss juga mengambil langkah serupa dengan menolak penggunaan wilayah udaranya.

Baca juga  Iran Ungkap 10 Poin Gencatan Senjata Usai 40 Hari Perang dengan Amerika Serikat

Sejumlah negara lain bahkan memperluas pembatasan terhadap aktivitas militer AS.

Spanyol melarang seluruh pesawat militer AS yang terkait konflik menggunakan wilayah udara dan pangkalan militernya.

Sementara itu, Italia dilaporkan menolak izin pendaratan pesawat militer AS yang menuju Timur Tengah.

Presiden Donald Trump mengkritik sikap negara-negara Eropa yang dinilai tidak mendukung operasi militer AS.

Baca juga  Trump Ancam Tarik AS dari NATO

Ia bahkan menilai aliansi pertahanan NATO tidak lagi solid.

“Saya tidak pernah terpengaruh oleh NATO. Saya selalu tahu bahwa mereka hanyalah macan kertas,” kata Trump.

Bagikan: