URBANKALTIM.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyatakan Ukraina siap membantu membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz yang terganggu akibat konflik di Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Namun hingga Jumat (3/4/2026), Ukraina belum menerima permintaan resmi untuk terlibat.
Zelenskyy menegaskan pihaknya terbuka untuk berdiskusi dengan negara-negara terkait, termasuk Amerika Serikat dan kawasan Timur Tengah.
Ia menilai upaya membuka kembali jalur strategis tersebut bisa dilakukan melalui pendekatan bersama.
“Sinyal kami kepada Amerika Serikat dan negara-negara di Timur Tengah mengenai Selat Hormuz adalah bahwa kami terbuka untuk mendiskusikannya,” ujar Zelenskyy.
Zelenskyy juga menyinggung pengalaman Ukraina dalam membuka jalur ekspor gandum di Laut Hitam. Ia menilai pendekatan serupa bisa diterapkan di Selat Hormuz.
Menurutnya, jalur diplomasi tetap bisa berjalan bersamaan dengan situasi konflik yang masih berlangsung.
“Perang dan negosiasi tentang pembukaan kembali Selat Hormuz dapat berjalan secara paralel,” kata Zelenskyy.
Selain jalur diplomasi, Zelenskyy juga membuka kemungkinan langkah militer sebagai opsi lain. Ia menyebut pengawalan kapal dan sistem pertahanan menjadi bagian dari skenario tersebut.
Pendekatan ini, menurutnya, pernah dilakukan Ukraina saat menjaga jalur ekspor di tengah konflik.
“Untuk mencapai hal tersebut akan diperlukan kapal pencegat, konvoi militer untuk mengawal kapal-kapal tersebut,” ujar Zelenskyy.





