Operasi Penyelamatan Pilot AS Berujung Serangan, Iran Klaim Hancurkan 3 Armada

Oleh redaksi

pada Senin, 6 April 2026

Helikopter Black Hawk (Istimewa)

URBANKALTIM.COM – Operasi penyelamatan pilot jet tempur Amerika Serikat berubah menjadi serangan terbuka. Militer Iran mengklaim berhasil menghancurkan sejumlah armada AS yang terlibat dalam misi tersebut.

Komando militer Iran menyebut dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut C-130 ditembak jatuh. Insiden ini terjadi di wilayah selatan Isfahan pada Minggu (5/4/26).

Serangan tersebut terjadi saat armada AS menjalankan misi penyelamatan pilot jet tempur yang sebelumnya ditembak jatuh. Iran menilai operasi itu tidak berjalan sesuai rencana sejak awal.

Pernyataan disampaikan komando pusat militer Khatam Al-Anbiya. Mereka menyebut seluruh armada yang memasuki wilayah tersebut berhasil dilumpuhkan.

Baca juga  Diplomasi AS-Iran Buntu, Wakil Presiden AS, JD Vance Akui Tak Ada Titik Temu

“Pesawat musuh yang masuk ke wilayah Isfahan selatan, termasuk dua helikopter Black Hawk dan satu pesawat angkut militer C-130, telah dihantam dan sekarang terbakar,” kata pihak militer Iran.

Selain itu, Iran juga menegaskan bahwa operasi penyelamatan yang dilakukan AS berakhir gagal. Klaim ini sekaligus memperkuat narasi bahwa mereka menguasai situasi di lapangan.

Media pemerintah Iran turut menampilkan gambar puing-puing terbakar di kawasan gurun. Asap terlihat masih mengepul dari lokasi yang disebut sebagai titik jatuhnya armada tersebut.

Baca juga  Iran Bikin Trump Terpojok, Pengaruh AS Tak Lagi Mutlak

Dalam perkembangan lain, media Iran melaporkan adanya korban jiwa akibat serangan tersebut. Sedikitnya lima orang dilaporkan tewas di wilayah barat daya Iran.

Namun hingga kini belum ada kejelasan apakah korban berasal dari kalangan militer atau warga sipil. Informasi tersebut masih belum terkonfirmasi secara independen.

Sementara itu, pihak Amerika Serikat belum memberikan tanggapan resmi terkait klaim Iran. Komando Pusat AS juga belum merespons laporan mengenai jatuhnya armada tersebut.

Peristiwa ini bermula dari jatuhnya jet tempur F-15E Strike Eagle milik AS pada Jumat. Sejak saat itu, operasi pencarian dan penyelamatan terus dilakukan.

Baca juga  Said Abdullah Ungkap Subsidi BBM dan LPG Lebih Banyak Dinikmati Orang Mampu

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim pilot tersebut telah ditemukan dalam kondisi selamat. Ia menyebut pilot mengalami luka namun dipastikan akan pulih.

Trump juga menyebut operasi tersebut melibatkan puluhan pesawat. AS diklaim memantau lokasi pilot selama 24 jam sebelum melakukan evakuasi.

Ia menambahkan bahwa pilot sempat berlindung di wilayah pegunungan yang disebut berbahaya. Pernyataan ini berbeda dengan klaim Iran yang menyebut operasi tersebut gagal total.

“Pilot tersebut akan baik-baik saja,” kata Trump. (UK)

Bagikan: